Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Anjing pun Nyaman di Jalanan Melbourne

Melbourne sering dinobatkan dan mendapat penghargaan The World's Most Livable alias kota paling layak huni di dunia.

Tayang:
Penulis: Alfian | Editor: Alfian
Tribun-timur.com/Alfian
PEJALAN KAKI - Suasana pejalan kaki bersama anjing peliharaan di Pedestrian South Yarra, Melbourne, Australia, Rabu (12/5/2026). Berjalan kaki di Melbourne menjadi budaya keseharian didukung inrastruktur pedestrian yang nyaman bagi masyarakat. 

Saking nyamannya, orang-orang berjalan kaki pun merasa aman meski sambil membawa anjing peliharannya.

Dan pemandangan tersebut sangat lumrah dijumpai.

Orang-orang menenteng anjing peliharaan dari berbagai jenis dan ras berjalan menyusuri pedestrian South Yarra, Melbourne.

Bahkan beberapa kedai kopi atau toko-toko di pinggiran jalan juga kadang menyiapkan wadah makanan dan minuman untuk anjing-anjing yang berjalan di pedestrian ini.

Tentu inilah sata saltu gambaran mengapa Melbourne sering dinobatkan dan mendapat penghargaan The World's Most Livable alias kota paling layak huni di dunia.

"Makassar yang katanya kota dunia, tapi trotoar dan pedestriannya bikin takut-takut orang jalan kaki. Beda jauh sama ini," ketus salah satu jurnalis dalam rombongan ke Melbourne.

Yah, celetukan jurnalis asal Makassar memperbandingan infrastruktur bagi pejalanan kaki di Melbourne dan kota Makassar memang begitu adanya.

Trotoal Makassar bisa dibilang bukan milik pejalan kaki.

Jika diperhatikan terkhusus di jalan utama seperti Jl AP Pettarani, trotoar jadi 'milik' pengendara motor hingga pedagang kaki lima.

Lubang-lubang menganga juga kerap dijumpai di trotoar Makassar.

Yang pada akhirnya, bukannya menjadi lokasi aman untuk pejalan kaki tapi sebaliknya bisa menjadi marabahaya.

Belajar dari Melbourne, meminta kebiasaan masyarakat ke arah positif tidak hanya bisa terjadi lewat imbauan dan jargon semata.

Butuh pembangunan infrastruktur yang serius sebagai penopang perubahan yang diinginkan.

Dan itu hanya bisa diintervensi pemerintah, sebagai pengambil kebijakan.(*)

 

Sumber: Tribun Timur
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved