Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Kuota 64 Siswa Baru, SMP Negeri 3 Bittuang Sudah Terima 57 Pendaftar

Hingga Kamis (4/6/2026), sebanyak 57 calon siswa telah mengembalikan formulir pendaftaran.

Tayang:
Tribun-timur.com/Anastasya Saidong Ridwan
SPMB JENJANG SD - Para siswa SD memakai seragam merah putih tampak berjejer sambil memegang map yang berisi formulir pendaftaran ulang ke SMP Negeri 3 Bittuang, Lembang Bau, Kabupaten Tana Toraja, Kamis (4/6/2026). Saat ini total pendaftaran sudah mencapai 57 siswa, dari 64 siswa yang akan diterima. 

TRIBUN-TORAJA.COM, BITTUANG - UPT SMP Negeri 3 Bittuang, Kecamatan Bittuang, Kabupaten Tana Toraja, menargetkan menerima 64 siswa baru pada tahun ajaran 2026/2027.

Hingga Kamis (4/6/2026), sebanyak 57 calon siswa telah mengembalikan formulir pendaftaran.

Kepala UPT SMP Negeri 3 Bittuang, Daniel Bongga, mengatakan penerimaan murid baru tahun ini mengacu pada Surat Keputusan (SK) Dinas Pendidikan Kabupaten Tana Toraja.

"Kami menyiapkan dua rombongan belajar untuk siswa baru dengan total kuota sekitar 64 orang," ujarnya.

Saat ini SMP Negeri 3 Bittuang memiliki enam rombongan belajar yang terdiri dari dua kelas VII, dua kelas VIII, dan dua kelas IX.

Persyaratan pendaftaran meliputi lulusan sekolah dasar, berusia maksimal 15 tahun, serta melengkapi dokumen seperti akta kelahiran, kartu keluarga, dan berkas pendukung lainnya untuk kebutuhan pendataan Dapodik.

"Sejauh ini sudah ada 57 calon siswa yang mengembalikan formulir pendaftaran," katanya.

SMP Negeri 3 Bittuang berjarak sekitar 46 kilometer dari Kota Makale dengan waktu tempuh sekitar 1,5 hingga 2 jam perjalanan.

Sekolah ini mendapat dukungan peserta didik dari tiga sekolah dasar, yakni SD Negeri 8 Bittuang dan SD Negeri 11 Bittuang di Lembang Bau serta SD Negeri 5 Bittuang di Lembang Sandana.

Meski demikian, pihak sekolah masih menghadapi kendala berupa jauhnya jarak tempuh sebagian siswa menuju sekolah.

Daniel mengatakan beberapa siswa berasal dari wilayah Battayan, Lembang Sandana, yang berjarak sekitar tujuh hingga delapan kilometer dari sekolah.

"Ada siswa yang harus berjalan kaki sejak pukul 05.00 WITA agar bisa tiba di sekolah. Bahkan ada yang baru sampai sekitar pukul 08.00 WITA," ungkapnya.

Padahal, kegiatan belajar mengajar dimulai pukul 07.30 WITA dan siswa diwajibkan sudah berada di sekolah paling lambat pukul 07.15 WITA.

Selain itu, akses menuju sejumlah wilayah, termasuk Dusun Balida, masih tergolong sulit, terutama saat musim hujan.

"Kalau musim hujan, perjalanan bisa memakan waktu lebih dari satu jam. Kondisi jalan dan akses kendaraan masih cukup memprihatinkan," tambahnya.

Sumber: Tribun Timur
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved