Olive Akui Berani Edarkan Sabu di Toraja Setelah Dapat Bekingan Kanit Narkoba
Mantan Kanit Narkoba Polres Tana Toraja Aiptu Nasrullah disebut bekingi peredaran narkoba yang dikendalikan Olive.
Penulis: Anastasya Saidong Ridwan | Editor: Alfian
TRIBUN-TIMUR.COM, MAKALE - Terdakwa kasus peredaran narkotika jenis sabu, Evanolya Tandipali alias Olive, mengungkap awal mula dirinya terjun ke bisnis haram peredaran sabu di wilayah Toraja saat menjalani sidang lanjutan di Pengadilan Negeri Makale, Kelurahan Pantan, Kecamatan Makale, Kabupaten Tana Toraja, Rabu (3/6/2026).
Dalam keterangannya di hadapan majelis hakim, Olive mengaku mulai berani mengedarkan sabu setelah bertemu dengan mantan Kanit Narkoba Polres Tana Toraja, Aiptu Nasrullah.
Saat itu katanya, Aiptu Nasrullah disebut menawarkan perlindungan atau "bekingan" agar aktivitas peredaran narkoba dapat berjalan lancar.
Sidang tersebut dipimpin Ketua Pengadilan Negeri Kelas IB Makale, Medi Rapi Batara Randa, didampingi hakim anggota sekaligus Juru Bicara PN Makale, Yudhi Bombing.
Pernyataan itu disampaikan Olive usai tiga saksi yang dihadirkan Jaksa Penuntut Umum selesai memberikan keterangan dan meninggalkan ruang sidang.
Di hadapan majelis hakim, Olive mengaku pertemuan dengan mantan Kanit Narkoba tersebut terjadi pada Oktober 2025.
Baca juga: Sidang Bandar Narkoba Oliv Ungkap Sabu yang Beredar di Tana Toraja Berasal dari Sidrap
Saat itu, kata Olive, dirinya ditawari untuk memberikan setoran sebesar Rp10 juta per minggu sebagai biaya keamanan agar aktivitas peredaran sabu tidak mengalami hambatan.
"Saya okekan saja tidak tawar-menawar," ungkap Olive dihadapan majelis hakim.
Menurut pengakuannya, selama periode Oktober 2025 hingga penangkapan dirinya, total uang yang telah diserahkan kepada oknum tersebut mencapai sekitar Rp110 juta.
Olive menyebut sebelum bertemu dengan mantan Kanit Narkoba Polres Toraja Utara Aiptu Nasrullah tersebut dirinya hanya sebagai pengguna narkotika.
Namun setelah adanya tawaran perlindungan itu, ia mulai berani masuk ke jaringan peredaran sabu.
Dalam persidangan juga terungkap sumber pasokan sabu yang diperoleh Olive berasal dari seorang bandar di Kabupaten Sidrap berinisial SDY.
Olive mengaku tidak pernah bertemu langsung dengan SDY.
| PKK Makassar Gandeng BNN dan Dinsos Perkuat Keluarga Cegah Narkoba |
|
|---|
| Sidang Bandar Narkoba Oliv Ungkap Sabu yang Beredar di Tana Toraja Berasal dari Sidrap |
|
|---|
| Keluarga Berisiko Stunting di Toraja Utara Capai 1.603 Keluarga, Terbanyak di Ibu Kota Kabuapaten |
|
|---|
| Tak Kalah dari Bali dan Labuan Bajo, Agustina Minta Menpar Benahi Pariwisata Toraja |
|
|---|
| Ratusan Kendaraan Dinas Toraja Utara Menunggak Pajak |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/20260603-Bandar-Narkoba-Toraja-Olive.jpg)