Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Toraja Utara Tak Terjangkau Siaran Gratis Piala Dunia 2026, Bupati Akan Cek ke Komdigi

Selain Toraja Utara, dua wilayah lain di Sulawesi Selatan yang disebut masuk kategori blank spot adalah

Tayang:
Penulis: Zul Fadli | Editor: Imam Wahyudi
Tribun-timur.com
PIALA DUNIA - Bupati Toraja Utara, Frederik Victor Palimbong. Frederik menyayangkan wilayahnya tidak dapat menikmati siaran gratis Piala Dunia 2026 melalui televisi terestrial. 

TRIBUN-TIMUR.COM, RANTEPAO - Masyarakat Kabupaten Toraja Utara, Sulawesi Selatan, tidak dapat menikmati siaran gratis Piala Dunia 2026 melalui televisi terestrial.

Daerah ini masuk dalam kategori blank spot siaran, sehingga warga harus menggunakan layanan berbayar atau receiver khusus untuk menyaksikan pesta sepak bola terbesar di dunia tersebut.

Selain Toraja Utara, dua wilayah lain di Sulawesi Selatan yang disebut masuk kategori blank spot adalah Kabupaten Soppeng dan Kabupaten Wajo.

PIC Nonton Bareng (Nobar) Piala Dunia 2026 wilayah Sulawesi Selatan, Firmansyah Syaiful, mengatakan wilayah yang tidak terjangkau siaran terestrial tidak dapat mengandalkan antena digital maupun Set Top Box (STB) untuk menangkap siaran pertandingan.

“Jadi ada tiga daerah yang masuk kategori blank spot, yakni Toraja Utara, Soppeng, dan Sengkang (Wajo),” ujarnya saat dihubungi, Jumat (5/6/2026).

Menurut dia, masyarakat maupun pelaku usaha yang ingin menggelar nobar di wilayah tersebut harus menggunakan receiver khusus yang diperoleh melalui paket komersial resmi.

Di luar tiga wilayah tersebut, masyarakat masih dapat menyaksikan pertandingan menggunakan antena digital maupun parabola gratis yang menjangkau siaran resmi.

Kondisi ini disayangkan sejumlah pecinta sepak bola di Toraja Utara.

Pelatih SSB Bintang Toraja Junior, Timotius, menilai keterbatasan akses siaran mengurangi antusiasme masyarakat terhadap ajang empat tahunan tersebut.

“Warga Toraja Utara sangat menyukai sepak bola. Kalau pun ada fasilitas nobar, kemungkinan hanya terpusat di kawasan kota. Bagaimana dengan masyarakat yang tinggal di pelosok?” katanya.

Ia berharap pemerintah maupun pihak terkait dapat menghadirkan fasilitas nobar yang menjangkau lebih banyak warga, terutama di daerah yang sulit memperoleh akses siaran.

Menanggapi hal tersebut, Bupati Toraja Utara, Frederik Victor Palimbong, mengaku telah menerima informasi bahwa wilayahnya berada di luar cakupan siaran televisi terestrial.

“Secara teknis memang Toraja Utara berada di luar jangkauan siaran terestrial atau siaran yang diterima menggunakan antena biasa. Sejauh ini alternatif yang tersedia melalui layanan OTT berbayar,” ujarnya.

Meski demikian, ia memastikan akan berkoordinasi kembali dengan pihak terkait untuk memastikan kebenaran informasi tersebut dan mencari kemungkinan solusi bagi masyarakat.

“Nanti saya coba cek sekali lagi melalui teman-teman di Komdigi yang menangani bidang penyiaran televisi,” katanya.

Sumber: Tribun Timur
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved