Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Transformasi Pendidikan Takalar: dari Bawah Tembus Madya, Dg Manye Dorong Sekolah Berbasis Data

Takalar sempat berada pada posisi kedua terbawah dalam capaian pendidikan di Sulsel kini melompat

|
Penulis: Abdul Qayyum | Editor: Ari Maryadi
Tribun-timur.com/Makmur
PENDIDIKAN TAKALAR - Bupati Takalar Mohammad Firdaus Daeng Manye didampingi Plt Kepala Dinas Pendidikan Takalar Rifany, saat memimpin Rapat Koordinasi bersama Kepala UPT SD dan SMP negeri maupun swasta se-Kabupaten Takalar di Ruang Pola Kantor Bupati Takalar, Jalan Jenderal Sudirman Nomor 26, Kelurahan Kalabbirang, Kecamatan Pattallassang, Kabupaten Takalar, Sulawesi Selatan, Senin (19/1/2026) malam lalu. Dalam rapat tersebut, Daeng Manye menegaskan evaluasi pendidikan dilakukan secara langsung tanpa perantara guna memastikan kebijakan yang diambil berbasis kondisi riil di lapangan dan tepat sasaran. 

“Rapor Pendidikan bukan sekadar administrasi. Ini adalah kompas untuk melihat kualitas pendidikan kita dan menentukan langkah perbaikan ke depan,” kata Daeng Manye.

Menurutnya, kepala sekolah harus menjadi aktor utama dalam proses perencanaan berbasis data, bukan hanya sekadar menandatangani dokumen yang disiapkan oleh operator.

Ia menilai pendidikan tidak akan mengalami kemajuan jika pemimpin sekolah tidak memahami peta kondisi pendidikan yang sebenarnya.

Sejak saat itu, Pemerintah Kabupaten Takalar bersama Dinas Pendidikan mulai memperkuat pembinaan terhadap satuan pendidikan.

Selama satu tahun terakhir, para pengawas sekolah secara intensif melakukan pendampingan kepada sekolah dalam memahami dan memanfaatkan data Rapor Pendidikan.

Pendampingan tersebut difokuskan pada sejumlah indikator utama yang menjadi tolok ukur mutu pendidikan.

Di antaranya peningkatan literasi dan numerasi siswa, penguatan iklim keamanan dan kebinekaan di sekolah, serta peningkatan kualitas proses pembelajaran di kelas.
Hasilnya mulai terlihat dalam Rapor Pendidikan terbaru.

Takalar berhasil melampaui ambang batas kategori Tuntas Madya dengan indeks SPM di atas 80.

Selain itu, indikator Angka Partisipasi Sekolah usia 7 hingga 15 tahun juga menjadi salah satu capaian terbaik daerah tersebut.

Capaian ini menunjukkan bahwa sebagian besar anak usia sekolah di Takalar telah memperoleh akses pendidikan.

Sementara itu, peningkatan juga terlihat pada proporsi guru Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) yang telah memiliki kualifikasi pendidikan S1 atau D4.

Meski demikian, laporan Rapor Pendidikan juga mencatat bahwa kemampuan numerasi siswa sekolah dasar masih menjadi tantangan yang perlu terus diperbaiki.

Daeng Manye menegaskan bahwa hasil Rapor Pendidikan harus menjadi bahan refleksi bagi seluruh pemangku kepentingan pendidikan.

“Ini bukan sekadar angka. Ini adalah cermin kondisi pendidikan kita. Kalau ada yang masih rendah, itu berarti kita harus bekerja lebih keras lagi memperbaikinya,” ujarnya.

Ia optimistis upaya perbaikan mutu pendidikan yang dilakukan saat ini akan memberikan dampak besar bagi masa depan daerah.

Sumber: Tribun Timur
Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved