Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Transformasi Pendidikan Takalar: dari Bawah Tembus Madya, Dg Manye Dorong Sekolah Berbasis Data

Takalar sempat berada pada posisi kedua terbawah dalam capaian pendidikan di Sulsel kini melompat

|
Penulis: Abdul Qayyum | Editor: Ari Maryadi
Tribun-timur.com/Makmur
PENDIDIKAN TAKALAR - Bupati Takalar Mohammad Firdaus Daeng Manye didampingi Plt Kepala Dinas Pendidikan Takalar Rifany, saat memimpin Rapat Koordinasi bersama Kepala UPT SD dan SMP negeri maupun swasta se-Kabupaten Takalar di Ruang Pola Kantor Bupati Takalar, Jalan Jenderal Sudirman Nomor 26, Kelurahan Kalabbirang, Kecamatan Pattallassang, Kabupaten Takalar, Sulawesi Selatan, Senin (19/1/2026) malam lalu. Dalam rapat tersebut, Daeng Manye menegaskan evaluasi pendidikan dilakukan secara langsung tanpa perantara guna memastikan kebijakan yang diambil berbasis kondisi riil di lapangan dan tepat sasaran. 

Ringkasan Berita:
  • Takalar sempat berada pada posisi kedua terbawah dalam capaian pendidikan di Sulawesi Selatan
  • Namun dalam waktu relatif singkat, daerah ini mampu melompat hingga menjadi salah satu daerah dengan capaian terbaik pada kategori Tuntas Madya
  • Perubahan drastis tersebut tidak terjadi secara kebetulan

 

TRIBUN-TIMUR.COM, TAKALAR - Kabupaten Takalar mencatat lompatan signifikan dalam capaian mutu pendidikan berdasarkan Rapor Pendidikan 2025 yang dirilis pada 2026.

Dalam laporan tersebut, Indeks Standar Pelayanan Minimal (SPM) pendidikan Takalar mencapai angka 81,65 dan menempatkan daerah ini pada kategori Tuntas Madya.

Capaian ini menandai perubahan besar dalam sektor pendidikan di daerah berjuluk Butta Panrannuangku tersebut.

Sebelumnya, Takalar sempat berada pada posisi kedua terbawah dalam capaian pendidikan di Sulawesi Selatan.

Namun dalam waktu relatif singkat, daerah ini mampu melompat hingga menjadi salah satu daerah dengan capaian terbaik pada kategori Tuntas Madya.

Perubahan drastis tersebut tidak terjadi secara kebetulan.

Transformasi pendidikan di Takalar disebut-sebut sebagai hasil dari pendekatan kepemimpinan berbasis data yang diterapkan oleh Bupati Takalar, Mohammad Firdaus Daeng Manye.

Langkah awal perubahan dimulai ketika Daeng Manye menaruh perhatian serius terhadap capaian Standar Pelayanan Minimal (SPM) pendidikan yang masih rendah.

Ia kemudian mengambil langkah cepat dengan mengumpulkan seluruh kepala satuan pendidikan untuk membahas langsung kondisi pendidikan daerah.

Dalam pertemuan tersebut, kepala sekolah diminta hadir tanpa didampingi operator sekolah.

Langkah ini sengaja dilakukan untuk memastikan para pimpinan sekolah benar-benar memahami data pendidikan yang selama ini menjadi dasar evaluasi pemerintah.

Melalui presentasi langsung yang diminta oleh Bupati, terungkap bahwa selama ini masih terdapat kesenjangan antara data yang tersedia dalam Rapor Pendidikan dengan pemahaman manajerial kepala sekolah.

Banyak pimpinan sekolah yang belum sepenuhnya memahami cara membaca maupun memanfaatkan data dalam Rapor Pendidikan sebagai alat evaluasi mutu sekolah.

Situasi tersebut kemudian menjadi titik awal perubahan paradigma dalam pengelolaan pendidikan di Takalar.

Sumber: Tribun Timur
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved