Daeng Manye Paparkan Capaian dan Tantangan Pembangunan Takalar
Daeng Manye mengakui posisi Takalar masih tertinggal dibanding daerah dengan kawasan industri besar, termasuk Kota Makassar
Penulis: Abdul Qayyum | Editor: Ari Maryadi
Ia juga memaparkan pertumbuhan ekonomi Takalar yang menunjukkan tren positif. Pertumbuhan triwulan III tahun 2025 tercatat sebesar 4,48 persen, meski sedikit lebih rendah dibanding pertumbuhan sebelumnya yang mencapai 4,75 persen.
Menurut Daeng Manye, sektor jasa lainnya menjadi motor utama pertumbuhan ekonomi Takalar.
Pertumbuhan sektor ini mencapai 14,37 persen, didorong oleh meningkatnya daya beli masyarakat, khususnya petani, seiring kebijakan pemerintah dalam menjaga harga gabah di kisaran Rp6.500 per kilogram.
“Ketika pendapatan petani meningkat, maka efek bergandanya terlihat pada sektor jasa, perdagangan, transportasi, hingga perbankan,” jelasnya.
Ia menyebut struktur ekonomi Takalar masih didominasi sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan yang berkontribusi hampir 49 persen terhadap PDRB. Oleh karena itu, peningkatan kualitas sektor pertanian menjadi kunci untuk memperkuat sektor lainnya.
Dalam kesempatan tersebut, Daeng Manye juga mengungkapkan capaian penurunan angka kemiskinan. Berdasarkan data Maret 2025, tingkat kemiskinan di Takalar berada di angka 7,27 persen, atau sekitar 7 dari 100 penduduk.
Pemerintah daerah, kata dia, terus memberi perhatian serius pada kelompok masyarakat miskin melalui berbagai program strategis, salah satunya Sekolah Rakyat.
Takalar tercatat menjadi salah satu dari sedikit kabupaten di Sulawesi Selatan yang memiliki dua Sekolah Rakyat, yakni tingkat SMP dan SMA. Program ini ditujukan untuk memutus rantai kemiskinan melalui akses pendidikan berkualitas bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu.
Daeng Manye juga memaparkan sejumlah capaian tahun 2025, di antaranya pelaksanaan Sekolah Rakyat dengan pembiayaan 100 persen, program Toko BUMDes, pemberian insentif aparatur desa, serta berbagai penghargaan dan insentif berbasis kinerja.
Di bidang tata kelola pemerintahan, Takalar berhasil meningkatkan skor integritas dengan naik peringkat dari posisi 22 ke peringkat 18 dalam Survei Penilaian Integritas (SPI) KPK.
Sementara di sektor infrastruktur dan layanan dasar, Pemkab Takalar telah menghadirkan listrik di Pulau Satangnga melalui proyek listrik super sun, sehingga masyarakat kepulauan kini dapat menikmati aliran listrik secara penuh.
Digitalisasi juga menjadi fokus utama.
Hingga kini, sekitar 60 desa telah memiliki pojok internet gratis. Selain itu, pembangunan BTS di wilayah terpencil seperti Kalukubodo dan Pamukul telah membuka akses komunikasi dan promosi potensi wisata.
Di sektor pendidikan, sekolah-sekolah di Takalar mulai menerapkan sistem digital, mulai dari pembelajaran hingga penugasan berbasis daring. Pemerintah menargetkan seluruh sekolah di Takalar terdigitalisasi secara penuh.
Layanan publik pun diarahkan berbasis digital. Pembayaran pajak daerah kini dapat dilakukan melalui ponsel, website, maupun gerai pelayanan. Ke depan, Pemkab Takalar berencana meluncurkan platform “Digital Takalar” untuk pengurusan administrasi kependudukan dan layanan publik lainnya secara daring.
| Hengky Yasin Peluang Besar Pimpin PKB Takalar, Target Dua Kursi per Dapil |
|
|---|
| Pesona Bendungan Pammukulu Takalar, Satu Kawasan Tawarkan Waduk, Air Terjun dan Kuliner Khas |
|
|---|
| Saidah Sakwan Awasi Seleksi Baznas Takalar, 11 Calon Bersaing |
|
|---|
| Dua Tahun Berturut-turut Bupati Takalar Daeng Manye Raih WTP dari BPK RI |
|
|---|
| Rokok Ilegal Beredar di Takalar, Satpol PP Peringatkan Pemilik Kios |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/20251223-Bupati-Takalar-Mohammad-Firdaus-Daeng-Manye.jpg)