Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Headline Koran Tribun Timur Hari Ini

Pangdam XIV: Komcad Perkuat Pertahanan Semesta

ASN dilibatkan bukan untuk menjadi tentara aktif, tetapi menjadi bagian dari kekuatan cadangan negara.

Tayang:
Tribun-timur.com/Muh. Abdiwan
JELASKAN MBG - Pangdam XIV/Hasanuddin, Mayjen TNI Bangun Nawoko saat diwawancarai di ruang kerjanya di Makodam XIV/Hasanuddin, Jl Urip Sumoharjo, Makassar, Sulsel, Selasa (12/5/2026). Dia menjelaskan peran TNI AD dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Sulawesi Selatan dan Sulawesi Tenggara. 

Selain mendampingi program MBG, Kodam XIV/Hasanuddin juga mendukung percepatan pembangunan dapur SPPG di atas lahan milik TNI AD.

Pembangunan fasilitas tersebut dilakukan melalui program Manunggal Kartika Jaya (MKJ) dengan menggandeng yayasan sebagai mitra pelaksana.

Menurut Bangun, keterlibatan TNI dalam program MBG bertujuan memastikan makanan bergizi dapat disalurkan tepat sasaran, aman, dan tepat waktu kepada masyarakat.

Dikutip dari situs resmi Mabes TNI tni.mil.id, TNI berkomitmen penuh mendukung MBG yang dicanangkan Presiden RI Prabowo Subianto sebagai salah satu program prioritas nasional.

Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto menyampaikan bahwa TNI akan selalu mendukung, mengawal dan membantu mempercepat implementasi program strategis ini hingga ke seluruh pelosok tanah air.

Sebagai bentuk dukungan nyata, TNI ikut mengoperasikan dapur SPPG di seluruh matra.

Uji Mental

Pukul 12.02 Wita, Selasa (12/5/2026), azan lohor berkumandang dari Masjid Sultan Hasanuddin di kompleks Markas Kodam XIV/Hasanuddin, Jalan Urip Sumoharjo, Makassar.

Mayjen TNI Bangun Nawoko yang saat itu berada di ruang kerjanya di lantai dua Makodam menghentikan aktivitasnya.

Padahal, ia baru saja kembali dari Markas Rindam XIV/Hasanuddin di Pakatto, Kabupaten Gowa.
Jarak kedua markas itu sekitar 50 Km.

Dengan mengenakan pakaian dinas lapangan (PDL) berwarna sage green, Pangdam XIV/Hasanuddin itu berjalan menuju masjid untuk menunaikan shalat lohor berjamaah.

“Pak Panglima mau shalat lohor. Ayo kita ke masjid,” kata seorang staf di depan ruang kerja Pangdam.

Siang tadi, Bangun mengundang manajemen Tribun Timur untuk makan siang di kantornya.

Undangan makan siang sekaligus untuk wawancara tentang berbagai hal, termasuk pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Sulawesi Selatan dan Sulawesi Tenggara, wilayah yang berada di bawah wilayah pertahanan Kodam XIV/Hasanuddin.

Begitu azan berkumandang, seluruh aktivitas dihentikan.

Para asisten, staf ahli, perwira menengah, bintara, dan tamtama berjalan menuju Masjid Sultan Hasanuddin.

Dalam waktu singkat, masjid dipenuhi jamaah.

Di antara mereka, terlihat ratusan calon taruna TNI Angkatan Darat yang sedang mengikuti proses seleksi administrasi.

Para pemuda berdiri di saf bagian belakang dengan mengenakan kaos dalaman putih dan celana olahraga.

Sekitar setengah menit sebelum akan dikumandangkan, Bangun tiba-tiba berdiri dari shaf terdepan.

“Ayo, yang pakai baju kaos (putih), siapa yang bisa iqamah?” tanyanya dengan suara lantang kepada para calon taruna.

Para peserta seleksi saling melihat satu sama lain.

Tidak ada yang langsung maju ke depan.

Beberapa detik berlalu, namun tetap tidak ada yang bergerak.

“Seharusnya ada yang berani maju iqamah di depan 01,” kata seorang anggota TNI yang ikut shalat berjamaah.

Dalam lingkungan Kodam, Pangdam dikenal dengan sebutan “01”.

Pertanyaan itu merupakan cara Pangdam menguji keberanian dan kesiapan mental para calon taruna.

Bagi seorang calon perwira, keberanian untuk tampil dan mengambil tanggung jawab merupakan salah satu hal penting.

Meski tidak ada yang maju, Pangdam tidak memberikan teguran.

Shalat lohor tetap dilaksanakan berjamaah.

Setelah shalat, seluruh jamaah mengikuti zikir dan pembacaan Asmaul Husna, kegiatan yang rutin dilakukan di Masjid Sultan Hasanuddin.

Sumber: Tribun Timur
Halaman 4/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved