Headline Koran Tribun Timur Hari Ini
Pangdam XIV: Komcad Perkuat Pertahanan Semesta
ASN dilibatkan bukan untuk menjadi tentara aktif, tetapi menjadi bagian dari kekuatan cadangan negara.
TRIBUN-TIMUR.COM - 520 ASN Pemprov Sulawesi Selatan disumpah dan dilantik jadi Komponen Cadangan (Komcad) Matra Darat, Rabu (13/5/2026) hari ini.
Upacara pelantikan dipimpin Wakil Menteri Pertahanan (Wamenhan) Marsekal TNI (Purn) Donny Ermawan Taufanto (60).
Pelantikan digelar di Lapangan Karebosi, Jalan Jenderal Ahmad Yani, Kota Makassar.
Sejumlah ruas jalan pun ditutup selama pelaksanaan defile dan kirab Komcad ASN.
Pangdam XIV/Hasanuddin Mayjen TNI Bangun Nawoko (56), Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman (42), dan sejumlah kepala daerah dijadwalkan hadir.
Kegiatan digelar sehari setelah upacara penutupan Latihan Dasar Militer (Latsarmil) Komcad Matra Darat ASN di Rindam XIV/Hasanuddin, Pakatto, Gowa, Selasa (12/5/2026).
Mayjen Bangun Nawoko menegaskan, Komcad ASN dibentuk untuk memperkuat sistem pertahanan semesta.
ASN dilibatkan bukan untuk menjadi tentara aktif, tetapi menjadi bagian dari kekuatan cadangan negara.
“Ini baru tiba dari Rindam Pakkatto, pantauan akhir sebelum penetapan Komcad,” katanya saat menerima kunjungan manajemen Tribun Timur, di Markas Kodam XIV/Hasanuddin, Jalan Urip Sumohardjo Makassar, Selasa (12/5/2026).
Kodam XIV/Hasanuddin menjadi pelaksana Latsarmil pertama di Indonesia yang diperuntukkan bagi ASN pemerintah daerah.
Kegiatan ini merupakan kerja sama Kodam XIV/Hasanuddin dengan Pemprov Sulsel.
Kodam menargetkan terbentuknya Komcad ASN yang tangguh, disiplin, dan siap mendukung pertahanan negara.
Sementara itu, Satuan Lalu Lintas Polrestabes Makassar menerapkan rekayasa lalu lintas selama kegiatan berlangsung.
Penutupan jalan dimulai pukul 08.00 Wita hingga seluruh rangkaian kegiatan selesai.
Titik start dan finish kirab berada di Jalan Jenderal Ahmad Yani.
Sejumlah ruas jalan ditutup, yakni Jalan Jenderal Ahmad Yani, Jalan Jenderal Sudirman, Jalan Chairil Anwar, Jalan Botolempangan, dan Jalan Kajoalalido.
Arus kendaraan di kawasan tersebut dialihkan ke sejumlah jalur alternatif.
Satlantas Polrestabes Makassar mengimbau masyarakat menghindari kawasan pelaksanaan kirab untuk mengurangi kepadatan lalu lintas.
Pengendara juga diminta mematuhi arahan petugas serta rambu-rambu sementara yang dipasang di sekitar lokasi kegiatan.
“Diharapkan kepada seluruh pengguna jalan untuk tetap berhati-hati dan mengikuti petunjuk petugas demi kelancaran dan keamanan bersama,” demikian imbauan resmi Satlantas Polrestabes Makassar melalui akun media sosial resminya.
Imbauan itu disampaikan atas nama Kasat Lantas Polrestabes Makassar AKBP Siska Dwimarita Susanti dan Wakasat Lantas Polrestabes Makassar Kompol Mahrus Ibrahim.
Pengawal Dadakan
Viral mobil dinas Pangdam XIV/Hasanuddin Mayjen TNI Bangun Nawoko mendadak dikawal rider sipil di Jl Poros Malino-Sungguminasa, Gowa, usai meninggalkan Resimen Induk Kodam (Rindam) XIV/Hasanuddin di Pakatto, Gowa, Selasa (12/5/2026).
Mobil dinas jenderal bintang dua itu melaju dari arah Malino menuju Makassar.
Ternyata, pengawalan mendadak tersebut terjadi setelah mantan Panglima Divisi Infanteri 3/Kostrad itu menghadiri acara penutupan pelatihan Komponen Cadangan (Komcad) di Rindam di Pakatto.
“Mendadak saja tadi siang saat kami hendak ke Makassar. Saya bangga, kaget, sekaligus ngeri-ngeri sedap. Sebab, motor sipil yang mengawal tidak memakai helm,” kata Pangdam menanggapi pengawalan tersebut.
Video pengawalan itu dikonfirmasi oleh ajudan Pangdam yang berada di dalam mobil dinas.
Bersama lima asisten Kodam, Pangdam menghadiri penutupan pendidikan dan pelatihan bagi 520 aparatur sipil negara (ASN) dari 24 kabupaten/kota di Sulawesi Selatan.
Kegiatan tersebut berlangsung di Kecamatan Pattallassang, sekitar 21 kilometer di timur Kota Makassar.
Rabu (13/5/2026), Wakil Menteri Pertahanan (Wamenhan) Marsekal TNI (Purn) Donny Ermawan Taufanto, M.D.S., Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman, sejumlah kepala daerah, dan Pangdam dijadwalkan menghadiri penetapan 520 anggota Komcad Tahun 2026 di Lapangan Karebosi, Makassar.
Iring-iringan Pangdam dikawal secara spontan oleh para rider sipil sejauh sekitar 10 kilometer.
Pengawalan dimulai dari Pakatto, tidak jauh dari Kampus Fakultas Teknik Universitas Hasanuddin, hingga ke Jalan Poros Gowa-Takalar.
Mayjen TNI Bangun Nawoko baru sekitar enam bulan menjabat sebagai Pangdam XIV/Hasanuddin.
Sebelumnya, sejak April 2024, ia menjabat sebagai Panglima Divisi Infanteri 3/Kostrad yang bermarkas di Pakatto.
Sebelum menjadi Pangdiv 3/Kostrad, pria kelahiran Tulungagung, Jawa Timur, itu menjabat sebagai Komandan Korem 174/Anim Ti Waninggap di Merauke, di bawah Kodam XVII/Cenderawasih.
Alumnus Akademi Militer (Akmil) Magelang 1992 itu mengaku, sejak menjabat sebagai Pangdiv 3/Kostrad, ia belum pernah mendapatkan pengawalan dari warga sipil seperti yang terjadi kali ini.
Dapur MBG
Kodam XIV/Hasanuddin ikut "mengurusi" program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Sulawesi Selatan dan Sulawesi Tenggara.
Namun, kata Pangdam XIV/Hasanuddin, Mayjen TNI Bangun Nawoko mengakui, TNI AD tak mengelola secara penuh.
"Kita hanya pendampingan," kata Bangun saat diwawancarai di ruang kerjanya di Makodam XIV/Hasanuddin, Jl Urip Sumoharjo, Makassar, Selasa (12/5/2026).
Sebelum wawancara dimulai, Bangun mengajak Tribun makan siang di ruang kerjanya dengan menu pallubasa dan mi kering.
Berdasarkan data ditampilkan, hingga Mei 2026, Kodam XIV/Hasanuddin telah mendampingi 891 dapur SPPG (dapur MBG).
Sebanyak 674 dapur SPPG di Sulsel dan 217 dapur SPPG di Sultra.
Kodam XIV/Hasanuddin membawahi wilayah pertahanan Sulsel (24 kabupaten dan kota) dan Sultra (17 kabupaten dan kota).
Dari 891 SPPG, program MBG yang melibatkan Kodam Hasanuddin telah menjangkau 1.821.113 penerima manfaat.
Selain mendampingi program MBG, Kodam XIV/Hasanuddin juga mendukung percepatan pembangunan dapur SPPG di atas lahan milik TNI AD.
Pembangunan fasilitas tersebut dilakukan melalui program Manunggal Kartika Jaya (MKJ) dengan menggandeng yayasan sebagai mitra pelaksana.
Menurut Bangun, keterlibatan TNI dalam program MBG bertujuan memastikan makanan bergizi dapat disalurkan tepat sasaran, aman, dan tepat waktu kepada masyarakat.
Dikutip dari situs resmi Mabes TNI tni.mil.id, TNI berkomitmen penuh mendukung MBG yang dicanangkan Presiden RI Prabowo Subianto sebagai salah satu program prioritas nasional.
Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto menyampaikan bahwa TNI akan selalu mendukung, mengawal dan membantu mempercepat implementasi program strategis ini hingga ke seluruh pelosok tanah air.
Sebagai bentuk dukungan nyata, TNI ikut mengoperasikan dapur SPPG di seluruh matra.
Uji Mental
Pukul 12.02 Wita, Selasa (12/5/2026), azan lohor berkumandang dari Masjid Sultan Hasanuddin di kompleks Markas Kodam XIV/Hasanuddin, Jalan Urip Sumoharjo, Makassar.
Mayjen TNI Bangun Nawoko yang saat itu berada di ruang kerjanya di lantai dua Makodam menghentikan aktivitasnya.
Padahal, ia baru saja kembali dari Markas Rindam XIV/Hasanuddin di Pakatto, Kabupaten Gowa.
Jarak kedua markas itu sekitar 50 Km.
Dengan mengenakan pakaian dinas lapangan (PDL) berwarna sage green, Pangdam XIV/Hasanuddin itu berjalan menuju masjid untuk menunaikan shalat lohor berjamaah.
“Pak Panglima mau shalat lohor. Ayo kita ke masjid,” kata seorang staf di depan ruang kerja Pangdam.
Siang tadi, Bangun mengundang manajemen Tribun Timur untuk makan siang di kantornya.
Undangan makan siang sekaligus untuk wawancara tentang berbagai hal, termasuk pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Sulawesi Selatan dan Sulawesi Tenggara, wilayah yang berada di bawah wilayah pertahanan Kodam XIV/Hasanuddin.
Begitu azan berkumandang, seluruh aktivitas dihentikan.
Para asisten, staf ahli, perwira menengah, bintara, dan tamtama berjalan menuju Masjid Sultan Hasanuddin.
Dalam waktu singkat, masjid dipenuhi jamaah.
Di antara mereka, terlihat ratusan calon taruna TNI Angkatan Darat yang sedang mengikuti proses seleksi administrasi.
Para pemuda berdiri di saf bagian belakang dengan mengenakan kaos dalaman putih dan celana olahraga.
Sekitar setengah menit sebelum akan dikumandangkan, Bangun tiba-tiba berdiri dari shaf terdepan.
“Ayo, yang pakai baju kaos (putih), siapa yang bisa iqamah?” tanyanya dengan suara lantang kepada para calon taruna.
Para peserta seleksi saling melihat satu sama lain.
Tidak ada yang langsung maju ke depan.
Beberapa detik berlalu, namun tetap tidak ada yang bergerak.
“Seharusnya ada yang berani maju iqamah di depan 01,” kata seorang anggota TNI yang ikut shalat berjamaah.
Dalam lingkungan Kodam, Pangdam dikenal dengan sebutan “01”.
Pertanyaan itu merupakan cara Pangdam menguji keberanian dan kesiapan mental para calon taruna.
Bagi seorang calon perwira, keberanian untuk tampil dan mengambil tanggung jawab merupakan salah satu hal penting.
Meski tidak ada yang maju, Pangdam tidak memberikan teguran.
Shalat lohor tetap dilaksanakan berjamaah.
Setelah shalat, seluruh jamaah mengikuti zikir dan pembacaan Asmaul Husna, kegiatan yang rutin dilakukan di Masjid Sultan Hasanuddin.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/mayjen-bangun-nawoko-1-1242026.jpg)