Headline Koran Tribun Timur Hari Ini
PSM Tak Sendiri Lagi Lawan Arema
Polda Sulsel tak lagi “mampu” melarang mereka menonton langsung di Stadion Kanjuruhan Malang.
Penulis: Kaswadi Anwar | Editor: Abdul Azis Alimuddin
Adapun posisi bek kiri yang ditinggalkan Victor Luiz akibat akumulasi kartu kuning diprediksi diisi Aloisio Neto Soares.
Bagi Aloisio, bermain di sisi kiri pertahanan bukan hal baru karena beberapa kali pernah mengisi posisi tersebut.
Kuartet lini belakang PSM dituntut tampil disiplin untuk meredam agresivitas trio penyerang Arema FC yang sedang tajam musim ini.
Singo Edan memiliki tiga penyerang produktif, yakni Dalberto, Joel Vinicius, dan Gabriel Silva.
Ketiganya total telah mengoleksi 30 gol.
Dalberto menjadi pencetak gol terbanyak Arema FC dengan torehan 15 gol dan masuk dalam daftar top skor Super League musim ini.
Jumlah tersebut hanya kalah dari striker Dewa United Alex Martins serta winger Borneo FC Samarinda Mariano Peralta yang sama-sama mengoleksi 16 gol.
Sementara posisi teratas daftar top skor masih ditempati penyerang Malut United David da Silva dengan 22 gol.
Selain Dalberto, Joel Vinicius juga menjadi ancaman serius bagi PSM.
Penyerang asal Sao Paulo itu sudah mengemas 11 gol musim ini, termasuk dua gol ke gawang PSM saat masih membela Borneo FC pada putaran pertama.
Gabriel Silva meski baru mencetak empat gol, dinilai tetap memiliki kontribusi besar dalam membangun serangan Arema FC.
Pengamat sepak bola, Imran Amirullah, meminta para pemain belakang PSM tampil disiplin sepanjang pertandingan.
Menurut dia, disiplin bukan berarti menerapkan penjagaan satu lawan satu, melainkan fokus mengawal area pertahanan dan pemain terdekat dengan bola.
“Arema FC punya striker bagus dan masuk jajaran top skor, jadi harus diwaspadai dengan pengawasan ketat,” ujarnya, Jumat (8/5/2026).
Imran menilai PSM sebaiknya menerapkan pola compact defence dan memaksimalkan transisi cepat saat merebut bola.
“Ketika lawan masuk ke area pertahanan, pressing harus rapat. Begitu ada peluang counter attack, langsung dieksekusi cepat,” katanya.
Momen Spesial Ahmad
Laga melawan Arema FC di Stadion Kanjuruhan Malang, bakal menjadi momen spesial bagi Asisten Pelatih PSM Makassar, Ahmad Amiruddin.
Pria berusia 43 tahun itu harus menghadapi mantan klub yang pernah dibelanya saat masih aktif sebagai pemain.
Meski memiliki kenangan bersama Singo Edan, Ahmad Amiruddin menegaskan fokus utamanya saat ini adalah membawa PSM keluar dari ancaman degradasi.
Mantan striker kelahiran Bone, Sulawesi Selatan, itu dituntut meracik strategi terbaik demi mengamankan tiga poin penting di kandang Arema FC.
Kemenangan menjadi target wajib bagi Pasukan Ramang untuk memastikan bertahan di Super League musim depan.
Ahmad Amiruddin mengaku tetap menaruh rasa hormat kepada klub yang pernah diperkuatnya selama tiga musim, yakni periode 2010 hingga 2013.
Bersama Arema FC, ia pernah merasakan posisi runner up Indonesia Super League musim 2010/2011.
“Saya selalu menaruh hormat kepada Arema. Saya pernah di sini selama tiga tahun,” ujar Ahmad Amiruddin.
Meski demikian, ia menegaskan seluruh fokusnya kini tertuju untuk membawa PSM Makassar meraih kemenangan dan bertahan di kasta tertinggi sepak bola Indonesia.
Di sisi lain, Arema FC dipastikan tidak akan memberi jalan mudah bagi tim tamu.
Meski sudah aman dari degradasi, Singo Edan bertekad memperbaiki catatan kandang setelah menelan dua kekalahan beruntun dari tim sesama Jawa Timur di Stadion Kanjuruhan.
Arema sebelumnya dipermalukan Persebaya 0-4 dan kalah 2-3 dari Persik Kediri.
Saat ini Arema berada di posisi ke-10 klasemen dengan 39 poin.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/2026-05-08-Skuad-PSM-Makassar-berlari-saat-persiapan-melawan-Arema-FC.jpg)