Headline Koran Tribun Timur Hari Ini
Proyek Pemprov Sulsel Antre Mangkrak
Syakir berharap pemerintah provinsi turun tangan menyelesaikan persoalan tersebut agar proyek tidak terus terbengkalai.
“Kalau nanti ditetapkan sebagai bencana nasional, tentu ada ruang untuk eskalasi harga. Itu yang akan jadi dasar penyesuaian di daerah,” ujarnya.
Meski begitu, DPRD Sulsel menegaskan pengawasan tetap akan diperketat agar proyek tidak mengorbankan kualitas.
Kontraktor diminta tetap menjaga spesifikasi, volume, dan waktu pengerjaan.
“Kami minta semua pihak tetap bekerja sesuai spek. Jangan sampai kualitas turun hanya karena ada kenaikan harga,” tegasnya.
DPRD juga mendorong Pemprov Sulsel segera melakukan evaluasi terhadap harga satuan pekerjaan agar proyek tetap berjalan sesuai perencanaan.
Saat ini, harga aspal di Sulsel disebut telah menembus lebih dari Rp10 juta per metrik ton.
Angka ini dinilai cukup signifikan dan berpotensi mengganggu stabilitas perencanaan pembangunan daerah.
Dengan kondisi ini, DPRD berharap ada langkah cepat dari pemerintah pusat maupun daerah agar proyek strategis tidak ikut terseret dalam potensi keterlambatan, apalagi sampai mangkrak di tengah jalan.
Proyek Multiyears
Proyek jalan multiyears Sulawesi Selatan sebelumnya mendapat sorotan.
Hingga April 2026, baru dua dari sepuluh ruas jalan dalam Paket 2 yang mulai dikerjakan.
Padahal, sejumlah ruas lain seharusnya sudah masuk tahap pekerjaan fisik sesuai jadwal perencanaan.
Kondisi ini memicu perhatian DPRD Sulsel.
Anggota Komisi D DPRD Sulsel, Sultan Tajang, menilai progres proyek belum berjalan sesuai target yang telah disepakati bersama.
Ia meminta percepatan pekerjaan sekaligus penjelasan rinci terkait keterlambatan tersebut.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/PROYEK-MOLOR-Papan-nama-proyek-DI-Apareng-jalan-ditempat.jpg)