Makkunrai 2026
DPRD Sulsel Gagas Perda Perlindungan Anak di Momen Hari Kartini
Ketua DPRD Sulsel, Andi Rachmatika Dewi, mengatakan rancangan perda tersebut tengah digodok bersama jajaran legislatif.
TRIBUN-TIMUR.COM - DPRD Sulsel merancang Peraturan daerah (Perda) tentang sistem perlindungan anak.
Kebijakan ini disebut sebagai kado istimewa untuk perempuan di momen Hari Kartini 2026.
Ketua DPRD Sulsel, Andi Rachmatika Dewi, mengatakan rancangan perda tersebut tengah digodok bersama jajaran legislatif.
Menurutnya, regulasi ini menjadi bentuk komitmen menghadirkan rasa aman bagi anak-anak.
“Kita sepakat membuat perda sistem perlindungan anak. Ini kado untuk para perempuan Sulsel,” ujarnya.
Pernyataan Cicu ini disampaikan dalam acara Makkunrai Sulsel 2026 di Mall Phinisi Point (PiPo), Jl Metro Tanjung Bunga, Makassar, Rabu (22/4/2026).
Dalam forum itu, Cicu hadir sebagai salah satu pembicara. Menekankan pentingnya perlindungan anak yang menyeluruh.
Tidak hanya di lingkungan keluarga dan sosial, tetapi juga di ruang digital.
“Insya Allah perda ini akan mengatur agar anak-anak merasa aman, baik di ruang digital maupun di lingkungan. Perda ini akan mengatur siapa yang bertanggung jawab,” jelasnya.
Cicu menilai, perkembangan teknologi menuntut adanya regulasi yang mampu melindungi anak dari berbagai potensi risiko.
Mulai dari kekerasan hingga ancaman di dunia digital.
Karena itu, perda ini diharapkan menjadi payung hukum yang kuat.
Sekaligus memberikan kepastian perlindungan bagi anak di Sulsel.
Diskusi Makkunrai Sulsel dipandu Pemimpin Umum Tribun Timur, Andi Suruji.
Forum ini menjadi ruang bertukar gagasan terkait isu perempuan dan anak.
Selain mendorong lahirnya regulasi, Cicu juga menyoroti pentingnya pemberdayaan perempuan.
Sebagai pemimpin perempuan, ia mengaku terus berupaya menghadirkan program yang berdampak langsung.
Salah satunya melalui pemberian beasiswa bagi perempuan di Sulawesi Selatan.
“Meskipun kemampuan fiskal kita rendah, tapi kita tetap berupaya menghadirkan program untuk perempuan,” ujarnya.
Menurutnya, pendidikan menjadi kunci utama meningkatkan kualitas perempuan.
Dengan begitu, perempuan tidak hanya berdaya di keluarga, tetapi juga mampu berkontribusi di ruang publik.
Event Makkunrai Sulsel 2026 sendiri menjadi wadah diskusi sekaligus inspirasi.
Kegiatan ini menghadirkan berbagai tokoh perempuan serta pelaku usaha.
Diharapkan, forum ini mampu mendorong lahirnya kebijakan dan kolaborasi yang berpihak pada perempuan dan anak di Sulawesi Selatan.
UMKM Perempuan
Akses modal usaha bagi perempuan masih kerap terbatas.
Persoalan jaminan menjadi salah satu kendala utama dalam memperoleh pinjaman.
Akibatnya, banyak usaha dijalankan dengan modal pas-pasan.
Kondisi ini sebelumnya juga menjadi sorotan Ketua DPRD Sulsel, Andi Rachmatika Dewi.
Menjawab tantangan tersebut, Pimpinan Cabang Makassar PT Pegadaian, Dian Angreini
Ekawati, menegaskan komitmennya dalam mendorong pemberdayaan perempuan.
Upaya itu dilakukan melalui peningkatan literasi keuangan dan perluasan akses permodalan.
Pegadaian menyasar kelompok perempuan di tingkat komunitas.
Mulai dari majelis taklim hingga lingkungan perumahan.
Di sana, Pegadaian memberikan edukasi pengelolaan keuangan rumah tangga.
“Kami selalu lakukan literasi keuangan menyasar majelis taklim. Kami juga ke perumahan mengajarkan ibu-ibu bagaimana mengelola keuangan sebagai ‘menteri keuangan’ di rumah,” ujarnya.
Selain literasi, Pegadaian juga membuka akses permodalan bagi perempuan.
Salah satunya melalui program Kredit Usaha Rakyat (KUR).
Program ini menawarkan skema pembiayaan yang terjangkau.
Bahkan, KUR dapat diakses tanpa jaminan.
Hal ini menjadi peluang bagi perempuan pelaku usaha untuk mengembangkan bisnisnya.
“Untuk pemberdayaan modal, kami hadir di Pegadaian. Ada dana KUR tanpa jaminan. Sewa modalnya juga sangat kompetitif, hanya 0,14 persen karena ini bantuan pemerintah,” jelasnya.
Adapun persyaratannya cukup sederhana.
Calon penerima harus memiliki usaha dan belum pernah mendapatkan KUR dari lembaga lain.
Kemudahan ini diharapkan mampu memperluas akses perempuan terhadap layanan keuangan formal.
Tak hanya itu, Pegadaian juga mendorong perempuan mulai merencanakan masa depan keuangan keluarga.
Salah satunya melalui investasi sederhana.
Produk yang ditawarkan adalah tabungan emas.
Pegadaian menyediakan layanan tabungan emas dengan setoran awal yang sangat terjangkau.
“Cukup Rp10 ribu sudah bisa membuka tabungan emas. Saldo yang dimiliki berupa emas dalam gram, karena setiap uang yang disetor akan dikonversi menjadi emas,” ujarnya.
Sebagai contoh, setoran Rp500 ribu dapat dikonversi menjadi sekitar 0,4 gram emas.
Nilai tersebut berpotensi meningkat seiring kenaikan harga emas.
“Misalnya hari ini Rp500 ribu, tidak menutup kemungkinan dua bulan ke depan bisa menjadi Rp600 ribu atau Rp700 ribu,” jelasnya.
Melalui berbagai program ini, Pegadaian berharap perempuan semakin mandiri secara finansial.
Sekaligus mampu meningkatkan kontribusi terhadap perekonomian keluarga.(*)
| Cicu Tegaskan IRT dan Ibu Pekerja Sama Besar Tantangan dan Perannya |
|
|---|
| Legislator Makkunrai Sulsel Sepakat Susun Perda Perlindungan Anak |
|
|---|
| Patriarki Masih Mengakar, Cerita Cicu Hadapi Stigma di Balik Meja DPRD |
|
|---|
| Sepeda Listrik AIMA EQ5 Hadir di Makkunrai 2026: Stylish, Canggih dan Ramah Lingkungan |
|
|---|
| Cicu Kaget Harga Emas Tembus Rp 3 Juta, Dulu Beli Hanya Rp900 Ribu |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/2026-04-22-Ketua-DPRD-Sulsel-Andi-Rachmatika-Dewi.jpg)