Makkunrai 2026
Jejak Kartini dalam Kepemimpinan Cicu di DPRD Sulsel
Peringatan Hari Kartini, 21 April 2026, ia mengingatkan perjuangan Kartini bukan sekadar cerita masa lalu.
Namun bagi Cicu, posisi bukanlah tujuan akhir.
Ia melihatnya sebagai ruang untuk membuka jalan bagi perempuan lain.
Ia ingin lebih banyak perempuan berani melangkah.
Berani tampil.
Berani memimpin.
“Tidak ada yang tidak mungkin jika perempuan mau terus belajar dan berjuang. Yang penting adalah keberanian untuk memulai,” katanya.
Di tengah perubahan zaman, pesan itu terasa semakin relevan.
Bahwa perjuangan Kartini hari ini tidak lagi soal membuka akses pendidikan semata, tetapi juga membuka ruang kepemimpinan.
Di Sulawesi Selatan, jejak itu kini terlihat nyata.
Dan bagi generasi muda perempuan, Cicu menitipkan satu pesan sederhana—namun penuh makna.
“Perempuan hari ini harus berani mengambil peran, berani memimpin, dan berani membawa perubahan.”
Sebuah pesan yang, jika ditarik jauh ke belakang, terasa seperti gema dari suara Kartini.
Hanya saja kini, gema itu tak lagi terdengar dari balik surat-surat, melainkan dari ruang-ruang pengambilan keputusan.
Profil Cicu
Nama: drg Andi Rachmatika Dewi Yustitia Iqbal
| Melinda Aksa: Jangan Pernah Berhenti Belajar! |
|
|---|
| Mengenal Andi Nastuti Aktivis Perempuan dan Anak di Kepulauan Selayar, Eks Anggota KPU |
|
|---|
| Perempuan Multiperan di Era Kompleksitas |
|
|---|
| Kisah Yessy Kusman, Kartini Luwu Nakhoda Kapal Pengangkut Batu Bara Kalimantan - Jawa |
|
|---|
| Mengenal Nanin, Satu-satunya Camat Perempuan di Makassar: Berani Tampil dan Memimpin |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/Sulsel-Andi-Rachmatika-Dewi-Yustitia-Iqbal-saat-berada-di-ruang-kerjanya-54654.jpg)