Makkunrai 2026
Jejak Kartini dalam Kepemimpinan Cicu di DPRD Sulsel
Peringatan Hari Kartini, 21 April 2026, ia mengingatkan perjuangan Kartini bukan sekadar cerita masa lalu.
Bukan untuk mengeluh, tetapi untuk menembus batas.
“Perempuan tidak boleh hanya menjadi objek kebijakan, tetapi harus menjadi subjek yang ikut menentukan arah pembangunan,” katanya.
Di kursi Ketua DPRD Sulsel, Cicu tidak hanya membawa nama, tetapi juga harapan.
Ia menjadi perempuan kedua menduduki posisi tersebut, melanjutkan jejak yang sebelumnya diukir oleh Andi Ina Kartika Sari.
Dua periode berturut-turut dipimpin perempuan—sebuah catatan yang tidak sekadar angka, tetapi simbol perubahan yang perlahan menguat.
Sejak dilantik pada 31 Oktober 2024, Cicu menempatkan dirinya bukan hanya sebagai pengambil keputusan, tetapi juga jembatan.
Jembatan antara kebijakan dan kebutuhan masyarakat.
Antara aspirasi perempuan dan realitas di lapangan.
Ia percaya, kehadiran perempuan dalam proses pengambilan kebijakan akan menghadirkan sudut pandang yang lebih utuh.
Lebih peka.
Lebih menyentuh aspek sosial yang sering kali luput.
Karena itu, komitmennya jelas—mendorong kebijakan yang berpihak pada perempuan dan anak.
Bukan sekadar wacana, tetapi harus terasa dalam kehidupan sehari-hari.
Perjalanan politiknya sendiri tidak datang secara instan.
Dukungan keluarga, kemampuan komunikasi, serta ketekunan membaca situasi menjadi modal penting yang membawanya hingga titik ini.
| Melinda Aksa: Jangan Pernah Berhenti Belajar! |
|
|---|
| Mengenal Andi Nastuti Aktivis Perempuan dan Anak di Kepulauan Selayar, Eks Anggota KPU |
|
|---|
| Perempuan Multiperan di Era Kompleksitas |
|
|---|
| Kisah Yessy Kusman, Kartini Luwu Nakhoda Kapal Pengangkut Batu Bara Kalimantan - Jawa |
|
|---|
| Mengenal Nanin, Satu-satunya Camat Perempuan di Makassar: Berani Tampil dan Memimpin |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/Sulsel-Andi-Rachmatika-Dewi-Yustitia-Iqbal-saat-berada-di-ruang-kerjanya-54654.jpg)