KLB Campak
Langkah Dinas Kesehatan Sulsel Atasi Kasus Suspek Campak
Campak mungkin hanya dianggap bagian dari masa kecil. Datang, lalu pergi. Namun ketika ia kembali dalam skala yang lebih luas, ceritanya berubah.
Pada beberapa kasus, juga ditemukan bercak putih kecil di dalam mulut atau bercak Koplik yang muncul sebelum ruam.
Masyarakat diimbau untuk segera melakukan imunisasi pada anak guna mencegah penularan yang lebih luas.
Pemerintah memastikan layanan imunisasi tersedia secara gratis di puskesmas.
“Semua tersedia di puskesmas, imunisasi campak gratis,” tegas dr Evi.
Ia mengingatkan agar anak yang belum mendapat imunisasi membatasi kontak dengan lingkungan sekitar, terutama dengan penderita campak.
“Himbauan ke masyarakat agar memastikan kelengkapan imunisasi anak. Hindari kontak dengan penderita, terutama bayi dan anak yang belum imunisasi,” katanya.
Di Sinjai, yang juga berstatus KLB, upaya imunisasi terus dimassifkan.
Dinas Kesehatan setempat mencatat 76 kasus suspek campak sepanjang 2026.
Sebagian besar terjadi pada kelompok usia balita.
Anak usia 0 hingga 4 tahun menjadi kelompok paling rentan terhadap penularan.
Dari 76 kasus tersebut, 35 berasal dari usia 0-4 tahun.
19 kasus lainnya dari kelompok usia 5-9 tahun.
Sisanya berasal dari kelompok usia yang lebih tinggi dengan jumlah yang jauh lebih kecil.
Data ini menunjukkan pentingnya perlindungan pada anak usia dini melalui imunisasi.
Upaya pencegahan paling efektif terhadap campak tetap melalui vaksinasi yang lengkap.
(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/20260413-Vaksinasi-Campak-di-Bulukumba.jpg)