KLB Campak
Luwu Siaga Satu Campak
Penanganan campak pada umumnya dilakukan melalui perawatan di rumah, terutama untuk meringankan gejala.
Penulis: Muh. Sauki Maulana | Editor: Abdul Azis Alimuddin
TRIBUN-TIMUR.COM - Kabupaten Luwu, kini status siaga satu penyebaran virus campak.
Kondisinya mengkhawatirkan setelah muncul lonjakan kasus dalam waktu singkat.
Kemenkes menetapkan status KLB di Bumi Sawerigading.
Ini menyusul ditemukannya puluhan kasus, termasuk yang berujung kematian.
Data Dinas Kesehatan Luwu mencatat, sejak Maret 2026 hingga saat ini terdapat 90 kasus campak yang tersebar di sejumlah wilayah.
Dari jumlah tersebut, dua anak dilaporkan meninggal akibat komplikasi campak.
Kadinkes Luwu, dr Rosnawary, mengonfirmasi status KLB tersebut.
Ia menyatakan penetapan itu merujuk pada surat edaran Kemenkes dan Dinkes Sulsel.
“Benar, kami sudah menerima edaran tersebut sejak Maret. Luwu kategori KLB campak,” ujarnya, Senin (13/4/2026).
Sebaran kasus terbanyak kini terkonsentrasi di wilayah utara Luwu.
Baca juga: Dinkes Palopo Catat 73 Kasus Campak, Tersebar Merata di 9 Kecamatan
Dua kecamatan menjadi perhatian utama.
Yakni Kecamatan Walenrang dan Walenrang Barat, yang ditetapkan sebagai zona merah penyebaran.
“Total ada 90 kasus campak di Luwu, dua di antaranya meninggal. Peningkatan terbanyak terjadi di Desa Lewandi dan Desa Lamasi,” jelas Rosnawary.
Merespons kondisi darurat ini, Dinkes Luwu menginstruksikan seluruh UPTD Puskesmas untuk memperketat pengawasan di lapangan.
Langkah cepat dilakukan melalui Outbreak Response Immunization (ORI), atau imunisasi darurat campak.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/Kadis-Kesehatan-Luwu-dr-Rosnawarypppp.jpg)