Headline Tribun Timur
Tangki Modif Picu Bensin Langka
Tangki modifikasi picu kelangkaan BBM subsidi. Pertamina telusuri penimbunan, nelayan kesulitan melaut.
Kuota Nelayan
Kelangkaan BBM dalam beberapa pekan terakhir menyebabkan antrean panjang di hampir seluruh SPBU di Kota Palopo.
Sejumlah SPBU bahkan terpaksa tutup sementara karena kehabisan stok.
Namun di tengah situasi itu, nelayan justru mengaku tidak mengalami kendala mendapatkan BBM untuk melaut.
Mereka tetap bisa mengakses solar berkat surat rekomendasi resmi dari Dinas Perikanan Palopo.
“Alhamdulillah kami mudah mendapat BBM karena ada surat dari Dinas Perikanan,” kata, Nurfianti, Selasa (7/10/2025).
Nurfianti setiap hari membeli sekira 150 liter solar untuk melaut mengaku proses pengurusan surat rekomendasi itu sangat mudah. “Saya pribadi merasa pengurusannya sangat gampang, tidak ribet,” ujarnya.
Ia biasanya membeli BBM pada pagi hari dan tidak pernah kehabisan stok selama membawa surat tersebut.
SPBU juga telah menyiapkan kuota khusus bagi nelayan yang memiliki dokumen resmi dari dinas.
Meski begitu, Nurfianti mengaku kerap menjadi sasaran protes warga lain saat mengisi BBM menggunakan jeriken.
“Biasa ditegur orang lain. Katanya kenapa saya bisa pakai jeriken sementara mereka tidak. Saya jelaskan bahwa saya bisa karena ada surat rekomendasi dari Dinas Perikanan,” katanya.
Kadis Perikanan Palopo, Charlie, mengatakan alokasi BBM subsidi untuk nelayan disesuaikan dengan kapasitas mesin kapal.
“Jatah BBM tiap nelayan bervariasi, dari 10 hingga 210 liter, tergantung kapasitas mesin kapalnya,” jelasnya.
Saat ini, sekira 200 nelayan di Palopo telah memperoleh surat rekomendasi untuk pembelian BBM subsidi. Total kebutuhan bulanan mereka mencapai sekitar 100 ribu liter solar dan 10 ribu liter pertalite.
Charlie menambahkan, setiap Jumat nelayan tidak melaut sehingga SPBU tidak melayani pembelian BBM untuk nelayan pada hari tersebut.(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/2025-10-8-HL-TRIBUN.jpg)