Breaking News
Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Headline Tribun Timur

Belatung Menetas di MBG

Tempe dan pisang berulat ditemukan dalam MBG di Bulukumba. Siswa jijik, orang tua protes. Kasus keracunan tembus 8.649 anak, BGN diminta evaluasi.

Tayang:
Editor: Sukmawati Ibrahim
Tribun Timur
HL TRIBUN TIMUR - Edisi cetak Rabu (1/10/2025) menampilkan laporan utama soal temuan belatung dalam makanan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Bulukumba. Tempe dan pisang berulat membuat siswa jijik, orang tua mengeluh, dan pemerintah diminta memperketat pengawasan dapur sekolah. 

“Semua bahan berasal dari UMKM lokal agar program ini tidak hanya menyehatkan siswa, tetapi juga memberdayakan pelaku usaha kecil,” ujarnya, Selasa (30/9/2025).

Setiap hari, SPPG mendistribusikan 3.247 porsi makanan ke delapan sekolah, yakni RA Andika, TK Andika Arrahman, TK Bayangkari, SMPN 2 Takalar, MTS Muhammadiyah Salaka, MA Salaka, SMKN 2 Takalar, dan SMAN 1 Takalar.

Proses pengolahan melibatkan 50 tenaga kerja, termasuk 47 relawan, ahli gizi, akuntan, serta tim khusus untuk persiapan, memasak, dan pemorsian.

Distribusi dimulai pukul 07.00 Wita menggunakan dua mobil boks.

Setelah tiba di sekolah, guru bertugas membagikan makanan kepada siswa sekaligus menandatangani berita acara serah terima.

Salah seorang siswa SMPN 2 Takalar, Eiliyah Runari Bilqiz, mengaku senang mengikuti program ini. 

“Program MBG sangat membantu kami. Rasanya enak dan bisa menghemat uang jajan,” katanya.

SPPG Yayasan Sinar Jaya Reski mulai beroperasi sejak 8 September 2025 dengan misi ganda: meningkatkan gizi siswa dan memperkuat UMKM lokal.

4.711 Kasus

Dalam sembilan bulan pelaksanaan, tercatat ribuan siswa menjadi korban keracunan. 

Data BGN menunjukkan 4.711 kasus dari total 1 miliar porsi diproduksi, sementara laporan CISDI bahkan mencatat 5.626 kasus di 17 provinsi.

Menanggapi kondisi ini, Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman, meminta pengawasan ketat terhadap seluruh dapur MBG di wilayahnya.

Disampaikan seusai bertemu Kepala Kantor Pelayanan Pemenuhan Gizi (KPPG) Wilayah Sulsel, Handayani Syaukani, Kamis (25/9/2025).

“Kita ingin memastikan anak-anak mendapat makanan sehat dan bergizi setiap hari. Karena itu, pengawasan terhadap dapur dan tenaga yang terlibat sangat penting,” ujarnya.

Setelah pertemuan, gubernur bersama tim meninjau salah satu dapur SPPG di kawasan Center Point of Indonesia (CPI).

Ia mengecek langsung kondisi ruangan, peralatan, sarana pendukung, hingga proses distribusi makanan ke sekolah-sekolah penerima manfaat.

Sementara itu, Wakil Ketua DPD RI Tamsil Linrung mendesak BGN segera melakukan evaluasi. 

Ia menegaskan agar SPPG yang terbukti bermasalah tidak lagi ditoleransi.

“Setiap MBG, setiap dapur yang melakukan kesalahan, apalagi sampai menyebabkan keracunan besar-besaran seperti sekarang, jangan ada toleransi. Itu harus ditutup, bahkan tukang masaknya ditutup,” kata Tamsil saat diwawancarai di Pangkep, Sabtu (27/9/2025).

Ia juga meminta investigasi menyeluruh untuk memastikan penyebab keracunan. 

“BGN harus menelusuri apa sesungguhnya yang terjadi di balik MBG. Jangan-jangan ada sabotase atau faktor lain,” tegasnya.

Kini, keputusan ada di tangan BGN untuk melakukan pemeriksaan mendalam sekaligus mencari solusi atas maraknya kasus keracunan MBG.(HL TRIBUN TIMUR CETAK)

 

Halaman 4/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved