Liputan Haji 2026
Selle Sebut Jemaah Soppeng Tempuh Perjalanan Haji Setahun, 1447 Berangkat, 1448 Pulang
Mereka tiba sekitar pukul 09.35 Wita menggunakan bus usai dijemput dari Bandara Internasional
Penulis: Renaldi Cahyadi | Editor: Imam Wahyudi
TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR — Kepulangan Jamaah Haji Kloter 21 Debarkasi Makassar bertepatan dengan momentum pergantian Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 Hijriah, Selasa (16/6/2026).
Kloter itu terdiri dari 386 jamaah dan enam petugas.
Sebanyak 332 jamaah berasal dari Kabupaten Soppeng, 31 orang dari Kabupaten Gowa, dan 23 orang dari Kabupaten Enrekang.
Mereka tiba sekitar pukul 09.35 Wita menggunakan bus usai dijemput dari Bandara Internasional Sultan Hasanuddin Makassar.
Wakil Bupati Soppeng, Selle KS Dalle, mengatakan momen tersebut menjadi pengingat bagi para jamaah untuk memulai lembaran baru kehidupan dengan semangat perubahan, baik secara spiritual maupun sosial.
Saat menyambut jamaah haji, Selle mengibaratkan Kloter 21 seolah melewati satu tahun penuh selama perjalanan ibadahnya.
“Kloter 21 ini satu tahun di atas pesawat dalam hitungan tahun Islam. Bayangkan, 1447 naik pesawat, 1448 tiba di Indonesia,” katanya kepada Tribun Timur di Aula Arafah.
Menurutnya, pergantian tahun Hijriah yang dialami para jemaah selama berada di Tanah Suci memiliki makna mendalam.
Selain menjadi tanda keberkahan waktu yang dilalui dalam ibadah, momen tersebut juga menjadi simbol hijrah menuju kehidupan yang lebih baik setelah menyandang gelar haji.
“Artinya waktunya di sana itu panjang untuk senantiasa diberkahi dan betul-betul mempraktikkan dalam kesehariannya sebagai haji yang mabrur,” ungkapnya.
Selle mengaku, sebagaimana pesan yang disampaikan Gubernur Sulawesi Selatan, sepulang dari Tanah Suci para jemaah diharapkan menjalani dua bentuk perubahan sekaligus, yakni rekonstruksi spiritual dan rekonstruksi sosial.
Dari sisi spiritual, jemaah diharapkan semakin kuat menjalankan syariat Islam serta aktif menebarkan syiar keagamaan di tengah masyarakat.
Sementara dari sisi sosial, para haji diharapkan menjadi pribadi yang lebih peduli terhadap lingkungan sekitarnya.
“Yang kita harapkan setelah pulang haji ada perubahan signifikan, baik secara spiritual maupun secara sosial. Ada rasa empati, kepedulian, dan semangat berkorban untuk membantu sesama,” ujarnya.
Menurut Selle, semangat Tahun Baru Islam tidak cukup dimaknai sebagai pergantian kalender semata, tetapi harus diwujudkan dalam tindakan nyata melalui kepedulian terhadap masyarakat.
Ia mencontohkan, seorang haji yang mabrur semestinya peka terhadap kondisi tetangga dan lingkungan sekitar.
“Kalau ada tetangga yang kelaparan, kita sudah pulang dari Tanah Suci tetapi tidak punya kepedulian, maka itu menjadi bahan introspeksi bagi kita semua,” kata dia.
Lebih jauh, Selle berharap hampir seribu jamaah haji asal Soppeng yang menunaikan ibadah haji tahun ini dapat menjadi mitra pemerintah dalam membangun masyarakat.
Menurutnya, para jamaah dapat membantu menyampaikan informasi terkait persoalan sosial yang membutuhkan penanganan cepat dari pemerintah daerah.
“Kalau hampir seribu jemaah haji ini bergerak di lingkungan keluarga dan masyarakatnya masing-masing, memberikan informasi kepada pemerintah ketika ada persoalan yang perlu segera direspons, tentu ini menjadi kekuatan yang luar biasa bagi Kabupaten Soppeng,” jelasnya.(*)
| Pulang dari Tanah Suci, Jemaah Haji Maros Hj Hamdana Pakai Baju Harga Rp3 Juta |
|
|---|
| 15 Tahun Menunggu Naik Haji, Indo Botting Asal Wajo Bawa Unta dari Mekkah |
|
|---|
| Jemaah Haji Pinrang Tiba di Masjid Al-Munawwir, Satu Masih Tinggal di Arab Saudi |
|
|---|
| Wakil Menteri Haji Arab Saudi Apresiasi Transformasi Haji Indonesia |
|
|---|
| Jemaah Haji Selesai Jalani Rawat Inap Diprioritaskan Pulang ke Indonesia |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/jch-soppeng-2026-tiba.jpg)