3 Hari Dicari, Hatta Dg Manessa yang Hilang di Sungai Abbanuange Soppeng Belum Ditemukan
Menurutnya, dua regu SAR dikerahkan setiap hari untuk menyisir sepanjang aliran irigasi dari titik awal korban
Penulis: M. Jabal Qubais | Editor: Imam Wahyudi
TRIBUNTIMUR.COM, WAJO - Memasuki hari ketiga operasi pencarian, tim SAR gabungan masih belum menemukan keberadaan Hatta Dg Manessa (71), warga Desa Abbanuange, Kecamatan Lilirilau, Kabupaten Soppeng, Sulawesi Selatan, yang dilaporkan hilang sejak Jumat (12/6/2026).
Kepala Seksi Operasi dan Siaga Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Makassar, Andi Sultan, mengatakan seluruh upaya pencarian terus dilakukan dengan menyisir area yang diduga menjadi lokasi korban terakhir berada.
"Hari ini masih nihil perkembangan pencarian korban hilang di Soppeng," ujar Andi Sultan kepada Tribun Timur melalui pesan WhatsApp, Selasa (16/6/2026).
Menurutnya, dua regu SAR dikerahkan setiap hari untuk menyisir sepanjang aliran irigasi dari titik awal korban diduga terjatuh hingga ke arah hilir.
"Setiap hari dilakukan operasi. Dua regu dikerahkan menyisir hilir irigasi dari lokasi awal korban diduga terjatuh," katanya.
Ia menegaskan kondisi cuaca selama operasi berlangsung cukup mendukung dan tidak ditemukan kendala berarti di lapangan.
"Tidak ada kendala. Cuaca bagus, namun kami belum menemukan jejak korban meski seluruh area yang menjadi fokus pencarian telah disisir," ujarnya.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, korban diduga terbawa arus saat menyeberangi sungai menuju kebunnya yang berada tidak jauh dari kediaman korban di Desa Abbanuange.
Sebelum dinyatakan hilang, korban diketahui meninggalkan rumah menuju kebun dengan mengenakan baju lengan panjang berwarna cokelat.
Saksi mata, Akbar, mengatakan pihak keluarga bersama warga setempat telah lebih dahulu melakukan pencarian di sekitar sungai dan jalur yang biasa dilalui korban menuju kebun.
"Keluarga dan warga sudah melakukan penyisiran di sekitar sungai dan jalur menuju kebun, tetapi korban belum ditemukan," katanya.
Dalam operasi pencarian, tim SAR gabungan dibagi menjadi dua Search and Rescue Unit (SRU) untuk memperluas jangkauan penyisiran.
Koordinator lapangan, Masrur, menjelaskan SRU 1 melakukan penyisiran darat ke arah utara mengikuti aliran hilir irigasi sepanjang sekitar lima kilometer dari jalur yang diduga dilalui korban.
"Tim menyisir sepanjang kurang lebih lima kilometer guna mencari tanda-tanda keberadaan korban di sekitar aliran air dan area sekitarnya," jelasnya.
Sementara itu, SRU 2 melakukan pencarian di area perkebunan dan sejumlah titik yang dicurigai menjadi lokasi keberadaan korban dengan radius sekitar tiga kilometer dari titik terakhir yang diperkirakan dilalui korban.
Operasi pencarian melibatkan personel SAR gabungan yang terdiri atas Basarnas, BPBD, TNI, Polri, pemerintah setempat, keluarga korban, serta masyarakat sekitar.(*)
| Tiba di Tanah Air, Kabupaten Soppeng Dominasi Kloter 21 Debarkasi Makassar |
|
|---|
| Dorong UMKM Naik Kelas, Askrindo-Pemkab Soppeng Teken Kerja Sama Suretyship dan Asuransi Umum |
|
|---|
| Lansia di Soppeng Diduga Hilang Terseret Arus Sungai Saat Hendak ke Kebun, 2 Regu SAR Diturunkan |
|
|---|
| Mantan Dirlantas Polda Sulsel Pecah Bintang, Gantikan Jenderal Asal Soppeng Jabat Dirgakkum Polri |
|
|---|
| Truk Pasir Tanpa Terpal Bikin Debu Beterbangan di Soppeng, Polisi Janji Tertibkan |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/korban-tenggelam-di-anabanunge-soppeng.jpg)