Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Truk Pasir Tanpa Terpal Bikin Debu Beterbangan di Soppeng, Polisi Janji Tertibkan

Jalur tersebut menjadi salah satu akses penting menghubungkan aktivitas transportasi, perdagangan hasil pertanian, hingga mobilitas warga antardaerah.

Tayang:
Penulis: M. Jabal Qubais | Editor: Ansar
Tribun-timur.com
TRUK PASIR - Sejumlah truk pengangkut pasir melintas tanpa penutup terpal di Desa Lompulle, Kecamatan Ganra, Kabupaten Soppeng, Rabu (10/6/2026). Aktivitas tersebut dikeluhkan warga dan pengguna jalan karena menyebabkan debu beterbangan serta berpotensi membahayakan keselamatan pengendara. 

TRIBUNTIMUR.COM, SOPPENG – Aktivitas truk pengangkut pasir tanpa penutup terpal dikeluhkan pengguna jalan dan warga di Desa Lompulle, Kecamatan Ganra, Kabupaten Soppeng, Rabu (10/6/2026).

Sejumlah truk bermuatan pasir melintas tanpa penutup, sehingga menimbulkan debu beterbangan dan mengganggu pengendara lain.

Desa Lompulle merupakan wilayah perbatasan Kabupaten Soppeng dan Kabupaten Wajo.

Jalur tersebut menjadi salah satu akses penting menghubungkan aktivitas transportasi, perdagangan hasil pertanian, hingga mobilitas warga antardaerah.

Informasi dihimpun Tribun-Timur.com, truk-truk tersebut diduga mengangkut material pasir menuju wilayah Kabupaten Soppeng.

Seorang pengendara motor, Yahya (38), mengaku kesulitan berkendara saat berada di belakang truk pengangkut pasir tersebut.

Menurutnya, pasir dan debu yang beterbangan dari bak truk menghalangi pandangan pengendara dan berpotensi memicu kecelakaan lalu lintas.

"Halangi pandangan saat bawa motor karena debunya melayang. Tidak ada terpalnya itu truk, makanya pasirnya terbang ke belakang," ujarnya saat ditemui Tribun-Timur.com di salah satu warung kopi di Sengkang, Kamis (11/6/2026).

Tak hanya itu, Yahya juga mengeluhkan kecepatan truk yang dinilai terlalu tinggi saat melintas di jalur tersebut.

"Kencang sekali juga kalau jalan. Kadang tidak kasi ruang untuk mendahului, padahal kita hanya pengendara motor, ditambah jalanan di situ sempit," ungkapnya.

Ia menilai minimnya pengawasan membuat pelanggaran serupa masih sering terjadi.

"Jarang sekali memang ada petugas kepolisian. Jadi truk pengangkut pasir atau material sering lewat di situ, mungkin merasa lebih aman dan jauh dari razia," katanya.

Keluhan serupa disampaikan Aril, warga yang tinggal di sekitar lokasi.

Menurutnya, truk pengangkut pasir tanpa penutup terpal hampir setiap hari melintas di depan rumah warga.

Akibatnya, debu dari material pasir kerap masuk ke permukiman dan mengganggu aktivitas masyarakat.

Sumber: Tribun Timur
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved