Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Sudah Empat Bulan Air Tak Mengalir di BTN Taruna Dekat Kantor Bupati Soppeng

Sudah hampir empat bulan warga BTN Taruna tak pernah menikmati air bersih Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM).

Tayang:
Penulis: M. Jabal Qubais | Editor: Sudirman
Tribun-timur.com
KRISIS AIR - Meteran air PDAM Makassar. Sudah 4 bulan warga BTN Taruna Soppeng krisis air bersih. 

Ringkasan Berita:
  • Warga BTN Taruna, Kabupaten Soppeng, mengeluhkan air PDAM yang tak mengalir hampir empat bulan terakhir.
  • Mereka terpaksa mengambil air di masjid hingga menggunakan jasa laundry karena kesulitan air bersih.
  • Krisis air bersih di sebagian wilayah Soppeng membuat warga terbebani. 
  • Evi, salah satu warga, mengaku setiap hari bolak-balik membawa galon dari masjid dan berharap pemerintah segera mengambil langkah konkret.

TRIBUNTIMUR.COM, SOPPENG - Hampir 4 bulan air Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) tak mengalir di sebagian wilayah Kabupaten Soppeng.

Salah satunya di BTN Taruna, Jl Salotungo tidak jauh dari Kantor Bupati Soppeng.

"Hampirmi 4 bulan tidak mengalir air PDAM pak, jujur kami merasa terbebani soal itu," ujar warga setempat, Evi kepada Tribun-Timur.com melalui telepon Whatsapp, Jumat (22/5/2026).

Hampir setiap hari ia ke masjid mengambil air.

Sekali ke masjid, ia membonceng dua galon.

"Saya sering dua kali bolak balik ke masjid mengambil air," ujar Evi.

Sementara mencuci pakaian terpaksa ia lakukan di masjid.

Jika pakaiannya menumpuk, ia sering membawanya ke tempat laundry.

Baca juga: DPRD Sorot Pemkab Soppeng Lamban Urus Air Bersih, 2 Bulan Tak Mengalir Resahkan Warga

Ia meminta ada langkah konkret terkait masalah pelayanan air bersih di Kabupaten Soppeng.

"Banyak mi keluhan soal air tapi tidak ada penanganan," pintanya.

"Kalau tidak membayar kita didenda, namun air tetap tidak mengalir," ujarnya.

Evi berharap kepada pemerintah agar krisis air bersih menjadi perhatian utama.

Apalagi air bersih menyangkut kebutuhan utama warga.

Plt Dirut PDAM Tirta Ompo Soppeng, Hasanuddin, membenarkan keluhan warga.

Pihaknya mengaku bakal mengupayakan air PDAM mengalir seperti biasanya.

"Kami selalu upayakan mengalir pak," ucap Hasanuddin dikonfirmasi melalui telepon Whatsapp.

Kendati demikian, ia hanya memberikan kontak layanan darurat.

"Kita hubungi nomor pengaduan. Kirim foto dan alamatnya dimana agar yang punya tupoksi bisa tindak lanjuti," tegasnya

Sumber: Tribun Timur
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved