Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

2 Bulan PDAM Tak Mengalir di Soppeng, Warga Terpaksa Beli Air Jeriken

Plt Dirut PDAM Soppeng, Hasanuddin, menyebut di wilayah Tettikenrarae sedang dalam pengerjaan pompa.

Tayang:
Penulis: M. Jabal Qubais | Editor: Alfian
Istimewa/Sukani
AIR PDAM - Foto salah satu warga Kabupaten Soppeng terlihat membeli air baku melalui jeriken yang diterima Tribun-Timur.com, Senin (18/5/2026). Sudah 2 bulan Air PDAM tidak mengalir di Soppeng. 

TRIBUN-TIMUR.COM, SOPPENG - Warga Kelurahan Tettikenrarae Kecamatan Marioriwawo Kabupaten Soppeng mengeluhkan layanan air PDAM.

Sebab, hampir dua bulan warga sekitar tak merasakan manfaat air bersumber dari sejumlah mata air.

Sukani, warga setempat menyayangkan tidak ada langkah dari pihak PDAM mengatasi masalah ini.

"Apa kalau begini pak hampir dua bulan tidak mengalir air PDAM, kasihan kami masyarakat di mana mau ambil air untuk kebutuhan sehari-hari," ujarnya saat dikonfirmasi Tribun-Timur.com, Senin (18/5/2026)

Lanjut, kata dia pihaknya juga mengaku tak mendapat perhatian dari pemerintah, baik Kelurahan sampai Kabupaten.

"Sudah berapa kali kami keluhkan tidak ada tindak lanjut, apalagi kalau PDAM nya langsung tidak ada harapan," tuturnya.

Bahkan, sejumlah warga harus memaksakan diri memasang sumur bor guna menutupi kebutuhan harian.

"Banyak warga yang terpaksa pasang sumur bor, kita tahu nilai pemasangannya kan tinggi, otomatis membebani," jelas Sukani.

"Mau tidak mau pasang sumur bor, karena air PDAM tidak mengalir," sambungnya.

Baca juga: Gunung Massimpolongnge-Air Terjun Laposo Surga Wisata Baru di Soppeng, Butuh 2 Jam Sampai Puncak

Tak sampai di situ, sebagian warga juga harus membeli air baku melalui jeriken.

"Kami juga beli air jeriken, bayangkan berapa pengeluarannya setiap hari kalau harus beli," bebernya.

Sementara, Plt Dirut PDAM Soppeng, Hasanuddin mengungkap alasan air PDAM tak mengalir di berbagai wilayah.

"Kalau di wilayah Tettikenrarae itu memang sedang dalam pengerjaan pompa, masih ada di Makassar pompanya belum kami ambil," tuturnya.

Pihaknya mengaku tengah memaksimalkan pelayanan terhadap masyarakat.

"Sempat kemarin kami mau pasang pompa tapi ada lagi kabel yang lembab, makanya kami tahan dulu," urai Hasanuddin.

Sumber: Tribun Timur
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved