Idul Adha 2026
1.475 Hewan Kurban Disembelih di Soppeng: Prabowo Sumbang 1, Suwardi Haseng 3, dan Selle 1 Sapi
Suasana kebersamaan begitu terasa saat warga memenuhi area lapangan, jalan hingga teras bangunan di sekitarnya.
Penulis: Kaswadi Anwar | Editor: Sudirman
Musriadi membawakan ceramah dengan tema "Menapak Jejak Ibrahim Menumbuhkan Soppeng yang Setara, Sehat, Maju, dan Berperadaban".
Ia menyampaikan, Nabi Ibrahim Alaihi Salam mewariskan kepada umat manusia teladan tentang keteguhan prinsip di tengah terpaan ujian saat menghadapi tantangan untuk mengubah kondisi sosial masyarakat.
Di tengah riuh rendah dunia modern yang menderu layaknya badai, kobaran api ujian Ibrahim Alaihi Salam kini menjelma dalam berbagai bentuknya.
Bisa berupa ketimpangan ekonomi dan kemiskinan, perubahan budaya dan globalisasi, pengangguran, diskriminasi, ketidaksetaraan pendidikan, hingga persoalan-persoalan sosial lainnya.
Namun di balik pekatnya kabut krisis tersebut, tersimpan panggilan luhur bagi setiap jiwa untuk mengasah kepekaan sosial, kepekaan hati nurani, dan kepekaan rohaniah.
"Pengorbanan yang paling mulia bukan penyerahan diri pada arus kekuatan besar gelombang sosial yang sudah mapan, melainkan keberanian untuk tetap berdiri tegak menjaga panji kebenaran dan kemaslahatan semesta," tuturnya.
Di atas segalanya, kata dia, perjuangan ini tak boleh dilakukan dalam kesunyian yang egois, melainkan melalui penguatan solidaritas persaudaraan yang tulus.
Dengan kepedulian dan kebersamaan, kita mampu berjalan melintasi api zaman tanpa hangus oleh api ketidakberdayaan, bagaikan Ibrahim tetap senyum saat Raja Namrud melemparkannya ke dalam api.
Pada puncaknya, Nabi Ibrahim Alaihi Salam diperintahkan untuk mengorbankan putra tercintanya, Ismail.
Peristiwa ini bukanlah tentang kekerasan, melainkan tentang melepaskan keterikatan yang berlebihan terhadap dunia.
Seringkali kepekaan sosial sulit terwujud karena manusia terlalu terikat dengan jabatan, harta, dan ego kelompok.
"Nabi Ibrahim mengajarkan kita untuk menyembelih sifat-sifat destruktif tersebut," katanya.
Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman:
Ibrahim berkata, "Wahai anakku, sesungguhnya aku bermimpi bahwa aku menyembelihmu, maka pikirkanlah bagaimana pendapatmu." Ismail menjawab, "Wahai ayahku, lakukan apa yang diperintahkan Allah kepadamu, InsyaAllah engkau akan mendapatiku termasuk orang yang sabar."
Bayangkan sejenak, seorang ayah yang telah lama menanti kehadiran seorang anak, bertahun-tahun ia berdoa, hingga akhirnya Allah mengaruniakan seorang putra.
| Warga Royal Sentraland Maros Salat Idul Adha di Masjid Victoria Park, Sembelih 13 Ekor Sapi |
|
|---|
| Ketua DPRD Bone Andi Tenri Walinonong Serahkan 3 Ekor Sapi Kurban untuk Warga Timusu |
|
|---|
| Kapolres Sidrap Siapkan Halaman Polres untuk Salat Iduladha 1447 H |
|
|---|
| Chaidir Syam dan Muetazim Mansyur Bakal Salat Id di Lapangan Pallantikang Maros |
|
|---|
| Ini Kategori Orang Dinilai Mampu Berkurban saat Idul Adha |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/2026-05-27-Suasana-jelang-IdulaAdha-10-Zulhijjah-1447-Hijriah2026-Masehi-di-Lapangan-Gasis.jpg)