Beda Keterangan Polisi, Korban Ungkap Motif Penikaman di SPBU Sumber Jati Soppeng
Nur Syam Said Alie (32) menjelaskan awalnya pelaku, AI (32) hendak membeli Bahan Bakar Minyak (BBM) solar di SPBU
Penulis: M. Jabal Qubais | Editor: Ansar
TRIBUNTIMUR.COM, SOPPENG - Korban penganiayaan dengan senjata tajam di SPBU Sumber Jati, Cabenge, Kabupaten Soppeng ungkap penyebab dirinya ditikam pelaku.
Nur Syam Said Alie (32) menjelaskan awalnya pelaku, AI (32) hendak membeli Bahan Bakar Minyak (BBM) solar di SPBU tersebut.
Namun, kondisi saat itu stok solar habis dan pelaku ngotot tetap memaksa petugas agar mengeluarkan stok atau cadangan solarnya.
"Awalnya pelaku mau isi solar tapi sudah ditanya sama petugas kalau stok habis, tapi dia (pelaku) ngotot dan terjadi adu mulut dengan karyawan kami di depan," ujar Syam saat dikonfirmasi Tribun-Timur.com melalui telepon Whatsapp, Rabu (11/3/2026) malam.
Baca juga: Pria Ancam Tikam Petugas SPBU di Soppeng karena Diduga Tak Kebagian Solar
Lanjut, Syam mengurai setelah adu mulut dengan petugas SPBU, pelaku pun pulang.
Tak lama kemudian, datang kembali dan menerobos masuk ke dalam kantor SPBU.
"Sempat dia pulang tapi tidak lama kembali lagi, masuk ke kantor langsung marah-marah dan mengeluarkan kata yang tidak pantas (siapa yang mau melawan)," beber Manager SPBU Sumber Jati Soppeng itu
"Dia (pelaku) juga sempat duduk tiba-tiba menikam saya," sambungnya.
Akibat kejadian itu, korban mengalami luka sobek di bagian wajah dan tangan kanan.
"Tentu keberatan pak, saya lapor polisi dan katanya sudah ditangkap," paparnya.
"Saya tidak mau berdamai, intinya proses sesuai hukum yang berlaku, polisi jangan pandang bulu," tegasnya.
Terduga pelaku diketahui merupakan anak dari mantan Anggota DPRD Provinsi Sulsel, Andi Akbar Singke alias Puang Cambang.
"Anaknya Puang Cambang itu," jelasnya.
Sebelumnya, Kepolisian Resor (Polres) Soppeng ungkap motif dugaan penganiayaan di SPBU Sumber Jati, Kepolisian Lilirilau, Kabupaten Soppeng, Sulawesi Selatan (Sulsel).
Kasat Reskrim Polres Soppeng, AKP Dodie Ramaputra membenarkan peristiwa terjadi pada Senin, (9/3/2026) siang.
| Bantah Tudingan Anak Bupati Jeneponto Aniaya Perempuan, Kuasa Hukum MRP: Klien Kami Diserang Duluan |
|
|---|
| Momentum Hari Kartini, Haniah Alumni DDI Mangkoso Didaulat Jadi Pembimbing JCH Kloter 1 Makassar |
|
|---|
| Husnul Khulqy Akhwan JCH Termuda Kloter 1 Embarkasi Makassar: Asal Soppeng dan Semester 4 Kesmas UMI |
|
|---|
| Jemaah Haji Kloter 1 Soppeng dan Makassar Diberangkatkan Besok |
|
|---|
| Anak Bupati Jeneponto Diduga Aniaya Perempuan di Makassar, Polisi: Kita Tunggu Hasil Visum Pelapor |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/PENGANIYAAN-DI-SPBU-Tangkapan-layar-rekaman.jpg)