Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Harga Cabai Naik

Petani Sinjai Menjerit, Harga Cabai Keriting Anjlok Jadi Rp6 Ribu per Kg

Harga cabai keriting di Kabupaten Sinjai, Sulawesi Selatan anjlok hingga Rp6 ribu per kilogram.

Penulis: Muh Ainun Taqwa | Editor: Sukmawati Ibrahim
Tribun-timur.com/Istimewa
CABAI KERITING – Penampakan tanaman cabai milik Kali (45) di Desa Bongki Lengkese, Kecamatan Sinjai Timur, Kabupaten Sinjai. Harga cabai keriting di tingkat petani anjlok hingga Rp6 ribu per kilogram, Senin (26/1/2026). 

Ringkasan Berita:
  • Harga cabai keriting di Kabupaten Sinjai, Sulsel anjlok hingga Rp6 ribu per kilogram dalam sebulan terakhir.
  • Penurunan harga terjadi saat petani memasuki masa panen raya. 
  • Petani mengaku terancam merugi dan berharap Pemkab Sinjai segera memberikan solusi untuk menstabilkan harga.
 
 

TRIBUN-TIMUR.COM, SINJAI - Harga cabai di Kabupaten Sinjai, Sulawesi Selatan, anjlok drastis dalam sebulan terakhir.

Kondisi ini membuat petani cabai menjerit.

Saat ini, harga cabai keriting di tingkat petani hanya tersisa Rp6 ribu per kilogram.

Anjloknya harga terjadi di tengah masa panen raya cabai yang sedang berlangsung di sejumlah wilayah di Sinjai.

Akibatnya, para petani mengaku terancam merugi karena harga jual tidak sebanding dengan biaya produksi.

“Turun sekali harga. Kita petani menjerit kalau begini,” ujar Kali (45), petani asal Desa Bongki Lengkese, Kecamatan Sinjai Timur, kepada Tribun-Timur.com, Senin (26/1/2026).

Desa Bongki Lengkese berjarak sekitar tujuh kilometer dari Ibu Kota Kabupaten Sinjai dengan waktu tempuh kurang lebih 13 menit.

Kali mengatakan, anjloknya harga cabai keriting sudah terjadi sejak satu bulan terakhir.

“Bulan lalu itu masih sempat dijual Rp15 ribu, sekarang sudah Rp6 ribu saja kalau dijual ke pengepul,” ujarnya.

Menurutnya, kondisi tersebut berpotensi membuat petani mengalami kerugian besar.

“Kalau begini terus, kita bisa rugi besar,” katanya.

Keluhan serupa juga disampaikan petani lainnya, Asrul (42).

Ia mengaku heran karena setiap musim panen, harga cabai justru selalu turun drastis.

“Kalau musim tanam, harga tinggi. Tapi pas kita panen, pasti harga turun,” ucapnya.

Asrul berharap Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sinjai segera turun tangan memberikan solusi bagi petani cabai.

Sumber: Tribun Timur
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved