Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Pasar Sentral Sinjai

Sampah Pasar Sentral Sinjai Dikerumuni Lalat, Warga Khawatir Dampak Kesehatan

Pantauan TribunTimur, sampah menumpuk di Pasar Sentral Sinjai hingga dikerumuni lalat dan dikeluhkan warga.

|
Penulis: Muh Ainun Taqwa | Editor: Sukmawati Ibrahim
Tribunnews.com/Muh Ainun Taqwa
TUMPUKAN SAMPAH - Tumpukan sampah terlihat di area kaki lima Pasar Sentral Sinjai, Kelurahan Bongki, Kecamatan Sinjai Utara, Kabupaten Sinjai, Sulawesi Selatan, Selasa (25/11/2025). Sampah terdiri dari sisa sayur, plastik, daging ayam, dan ikan yang dibiarkan berhari-hari tanpa pengangkutan. Kondisi ini menimbulkan bau busuk dan dikeluhkan pengunjung pasar. 

Ringkasan Berita:
  • Sampah menumpuk berhari-hari di Pasar Sentral Sinjai, Kelurahan Bongki, Kecamatan Sinjai Utara. 
  • Pantauan TribunTimur, tumpukan sampah terdiri dari sisa sayur, plastik, daging ayam, dan ikan, bahkan berserakan ke badan jalan. 
  • Warga mengeluhkan bau busuk dan khawatir dampak kesehatan. DLHK Sinjai berjanji segera mengangkut sampah tersebut.
 

 

TRIBUN-TIMUR.COM, SINJAI – Tumpukan sampah di Pasar Sentral Sinjai, Kelurahan Bongki, Kecamatan Sinjai Utara, Kabupaten Sinjai, Sulawesi Selatan, butuh perhatian serius.

Sampah dibiarkan menumpuk berhari-hari tanpa pengangkutan.

Pantauan Tribun-Timur.com, Selasa (25/11/2025), tumpukan sampah sudah dikerumuni lalat.

Sampah terdiri dari sisa sayur mayur, plastik, serta sisa daging ayam dan ikan.

Di lokasi tidak terlihat adanya tempat sampah atau bak kontainer.

Tumpukan bahkan berserakan hingga ke badan jalan.

Kondisi ini menimbulkan aroma busuk yang langsung tercium saat memasuki area pasar.

“Jorok, busuk sekali kalau melintas orang di sini,” kata Yuli (34), pengunjung pasar, sambil memegang hidungnya.

Menurut warga Sinjai Utara itu, tumpukan sampah mirip Tempat Pembuangan Akhir (TPA).

“Lokasi ini seperti TPA karena semua sampah dibuang tanpa ada pengangkutan,” ujarnya.

Yuli menilai pengelolaan sampah belum optimal dan khawatir berdampak negatif pada kesehatan masyarakat serta lingkungan sekitar.

Terpisah, Sekretaris Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Sinjai, Pangga Kantoro, mengaku akan segera mengangkut sampah tersebut.

“Saya akan tahu anggota supaya diangkut,” katanya pada tribun-timur.com. 

Menurutnya, pengangkutan sampah di wilayah Kota Sinjai dilakukan setiap hari.

“Kalau pengangkutan itu dikaji setiap hari,” tambahnya. 

DLHK Sinjai mempunyai sembilan unit truk armada sampah.

Namun hanya enam beroperasi.

Tiga truk dalam perbaikan. 

Sementara TPA di Sinjai hanya ada satu.

Lokasinya di Desa Kampala, Kecamatan Sinjai Timur. (*)

 

 

Sumber: Tribun Timur
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved