Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Dinkes Sinjai Catat 76 Kasus Suspek Campak, Warga Diminta Waspada

Ia merinci, dari total 76 kasus, sebanyak 35 kasus berasal dari kelompok usia 0–4 tahun dan 19 kasus pada usia 5–9 tahun.

Penulis: Muh Ainun Taqwa | Editor: Ansar
Tribun-timur.com
CAMPAK SINJAI - Plt Kepala Dinas Kesehatan Sinjai, Andi Jefrianto Asapa. Dinas Kesehatan Kabupaten Sinjai mencatat sebanyak 76 kasus suspek campak sepanjang 2026. 

TRIBUN-TIMUR.COM, SINJAI— Dinas Kesehatan Kabupaten Sinjai mencatat sebanyak 76 kasus suspek campak sepanjang 2026.

Hal tersebut disampaikan oleh Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan (Dinkes) Sinjai, Akhirani.

“Kita mencatat sebanyak 76 kasus suspek campak selama periode Januari hingga April 2026,” kata Akhirani kepada Tribun-Timur, Rabu (8/4/2026).

Akhirani sebut kasus tersebut didominasi oleh anak usia balita.

“Sebagian besar kasus terjadi pada anak usia 0 sampai 4 tahun. Ini menunjukkan bahwa kelompok balita sangat rentan terhadap penularan campak,” ujarnya.

Ia merinci, dari total 76 kasus, sebanyak 35 kasus berasal dari kelompok usia 0–4 tahun dan 19 kasus pada usia 5–9 tahun.

Sementara kelompok usia lainnya tercatat jauh lebih rendah.

“Upaya pencegahan paling efektif adalah melalui imunisasi,” katanya.

Plt Kepala Dinas Kesehatan Sinjai, Andi Jefrianto Asapa mengimbau para orang tua untuk tidak menunda pemberian imunisasi campak kepada anak.

“Imunisasi adalah langkah paling efektif untuk melindungi anak dari campak,” katanya,

Sekda Sinjai itu mengajak orang tua memastikan anaknya mendapatkan imunisasi sesuai jadwal.

Eks Pj Bupati Sinjai itu minta masyarakat untuk lebih waspada terhadap gejala awal campak, seperti demam yang disertai ruam merah pada tubuh.

“Jika ada anggota keluarga yang mengalami gejala tersebut, sebaiknya segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan dan menghindari kontak dengan orang lain untuk mencegah penularan,” ujarnya. 

Ia juga menekankan pentingnya peran tenaga kesehatan dalam pelaporan kasus guna mempercepat penanganan di lapangan.

“Kami berharap klinik, dokter praktik, maupun fasilitas kesehatan lainnya aktif melaporkan setiap kasus suspek campak agar bisa segera ditindaklanjuti,” katanya. (*)

Sumber: Tribun Timur
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved