Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Ular Piton Sepanjang 3 Meter Serang Ternak Ayam Petelur di Sinjai, Warga Geger!

Kepala Desa Baru, Muhlis, mengatakan kemunculan ular tersebut merupakan yang pertama sejak kandang ayam petelur berdiri.

Penulis: Muh Ainun Taqwa | Editor: Alfian
Istimewa/Muchlis
ULAR PITON - Kolase foto ular piton mangsa ayam petelur milik BUMDes Bina Usaha Desa Baru, Kecamatan Sinjai Tengah, Kabupaten Sinjai, Sulawesi Selatan.  

TRIBUN-TIMUR.COM, SINJAI - Seekor ular piton sepanjang lebih tiga meter masuk ke kandang ayam petelur milik BUMDes Bina Usaha Desa Baru, Kecamatan Sinjai Tengah, Kabupaten Sinjai, Sulawesi Selatan.

Kepala Desa Baru, Muhlis, mengatakan kemunculan ular tersebut merupakan yang pertama sejak kandang ayam petelur milik BUMDes berdiri pada Desember 2025.

Desa Baru berjarak 37 kilometer dari Ibu Kota Sinjai dengan waktu tempuh 47 menit.

“Kemunculan ular piton pertama kali terjadi sejak kandang ayam petelur ini dibangun,” kata Muhlis kepada Tribun-Timur, Kamis (9/4/2026).

Ular piton tersebut sempat memangsa delapan ekor ayam petelur.

Namun, tidak berhasil membawa keluar mangsanya karena kandang terbuat dari besi galvanis.

Baca juga: Ular Piton Berukuran 6 Meter Serang Petani Parepare, Terpaksa Dilumpuhkan dengan Parang

Setelah kejadian itu, pengurus BUMDes Bina Usaha meningkatkan kewaspadaan dengan melakukan penjagaan pada malam hari.

“Pada malam kamis ular itu kembali memangsa satu ekor ayam petelur. Total ada sembilan ekor ayam yang menjadi korban,” ujarnya. 

Ular piton tersebut terpaksa dilumpuhkan menggunakan senjata tajam jenis parang.

“Beruntung saat kembali muncul, ular piton tersebut berhasil dibunuh oleh pengurus BUMDes,” katanya.

“Ular itu harus dibunuh agar tidak jadi hama terhadap petani,” lanjutnya. 

Terpisah, Kepala Satuan Polisi Pamong Praja dan Pemadam Kebakaran (Satpol PP dan Damkar) Kabupaten Sinjai, Agung Prayogo mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap kemunculan hewan liar. 

“Tetap waspada kemunculan hewan liar khususnya ular, di sekitar permukiman dan area peternakan,” katanya.

Agung juga minta masyarakat rutin membersihkan lingkungan, seperti memangkas rumput liar, semak belukar, serta tidak menumpuk barang-barang yang berpotensi menjadi tempat persembunyian ular.

“Jika menemukan atau mencurigai keberadaan ular berukuran besar, masyarakat diimbau untuk tidak bertindak sendiri karena berisiko membahayakan keselamatan,” ujarnya.(*)

 

 

 

 

Sumber: Tribun Timur
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved