Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Kapolres dan Direktur RSUD Sinjai Imbau Warga Tak Ikut Tren Minum Oli

Kapolres Sinjai, Sulsel menegaskan aksi minum oli bukan sekadar iseng, melainkan berbahaya dan bisa mengancam nyawa.

Tayang:
Penulis: Muh Ainun Taqwa | Editor: Sukmawati Ibrahim
Tribun-timur.com/ist
Kapolres Sinjai, AKBP Jamal Fathur Rakhaman (kiri) dan Direktur RSUD Sinjai, dr Kahar Anies (kanan). Ia mengimbau masyarakat agar tidak mengikuti tren berbahaya minum oli. Aksi viral tersebut dinilai membahayakan kesehatan dan berisiko merusak organ tubuh hingga mengancam nyawa. 
Ringkasan Berita:
  • Kapolres Sinjai, Sulsel AKBP Jamal Fathur Rakhaman, mengimbau masyarakat tidak mengikuti tren minum oli yang viral di media sosial. 
  • Ia menegaskan aksi tersebut berbahaya dan bisa mengancam nyawa. 
  • Direktur RSUD Sinjai, dr Kahar Anies, menambahkan oli mengandung zat kimia berbahaya yang dapat menyebabkan iritasi, kerusakan organ, gangguan pernapasan, hingga risiko kematian.

TRIBUN-TIMUR.COM, SINJAI - Kapolres Sinjai, Sulawesi Selatan  (Sulsel), AKBP Jamal Fathur Rakhaman, mengimbau masyarakat tidak mengikuti tren berbahaya minum oli atau pelumas kendaraan.

Imbauan itu disampaikan setelah beredar video sejumlah pria nekat menenggak oli.

AKBP Jamal menegaskan aksi tersebut membahayakan kesehatan.

“Perilaku seperti itu sangat berbahaya dan tidak patut ditiru,” katanya, Kamis (9/4/2026).

Baca juga: Reaksi MUI Sulsel Usai Viral Pemuda Minum Oli

Alumni Akpol 2005 itu menekankan tren ini bukan sekadar aksi iseng, melainkan bisa berdampak serius bahkan mengancam nyawa.

“Jangan sampai hanya karena ingin viral atau ikut-ikutan, justru membahayakan diri sendiri,” ujarnya.

Eks Kapolsek Mamajang dan Panakukang itu mengimbau masyarakat, khususnya generasi muda, agar tidak terpengaruh konten negatif.

Ia juga mengingatkan orang tua untuk lebih mengawasi aktivitas anak-anak dalam mengakses media sosial.

“Masyarakat harus cerdas dalam bermedia sosial. Jangan mudah terpengaruh dengan tren yang tidak masuk akal dan berbahaya,” katanya.

Direktur RSUD Sinjai, dr Kahar Anies, menegaskan oli sama sekali tidak aman dikonsumsi.

“Oli bukan untuk dikonsumsi dan sangat berbahaya bagi kesehatan,” ujarnya.

Menurutnya, paparan oli ke dalam tubuh dapat menimbulkan iritasi pada mulut, tenggorokan, hingga lambung.

Konsumsi oli juga berpotensi merusak organ vital seperti hati dan ginjal.

Jika cairan masuk ke saluran pernapasan, dapat menimbulkan gangguan serius.

“Keracunan akibat zat kimia dalam oli bisa sangat serius, bahkan berisiko menyebabkan kematian,” tegasnya. (*)

Sumber: Tribun Timur
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved