Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Harga Gabah Naik, Bupati Optimistis Pendapatan Petani Sidrap Meningkat

Turut hadir dalam kegiatan itu Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, Perkebunan dan Ketahanan Pangan Sidrap, Ibrahim.

Tayang:
Penulis: Hardiyanti Kamaluddin | Editor: Imam Wahyudi
Tribun-timur.com/Hardiyanti Kamaluddin
PERTANIAN SIDRAP - Bupati Sidrap Syaharuddin Alrif turun langsung dalam penanaman padi organik di Kelurahan Panreng, Kecamatan Baranti, Kabupaten Sidrap, Kamis (4/6/2026). Pemerintah Kabupaten Sidrap terus mendorong penguatan sektor pertanian melalui gerakan penanaman padi organik. 

TRIBUN-TIMUR.COM, SIDRAP — Pemerintah Kabupaten Sidrap terus mendorong penguatan sektor pertanian melalui gerakan penanaman padi organik.

Hal ini dikatakan Bupati Sidrap, Syaharuddin Alrif, pada kegiatan penanaman bibit padi organik di areal persawahan Kelompok Tani Karya Bersama di Kelurahan Panreng, Kecamatan Baranti, Kamis (4/6/2026).

Langkah ini menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah untuk mengembangkan pertanian yang lebih produktif, berkelanjutan, dan ramah lingkungan.

Turut hadir dalam kegiatan itu Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, Perkebunan dan Ketahanan Pangan Sidrap, Ibrahim.

Serta Camat Baranti Mastura, Kapolsek Baranti AKP Zakariah, Danramil Baranti Kapten Inf Abdul Muis, perwakilan PSDA, para lurah se-Kecamatan Baranti, kelompok tani, serta warga setempat.

Dalam sambutannya, Syaharuddin Alrif mengatakan Kelurahan Panreng memiliki potensi pertanian yang cukup besar dengan luas lahan persawahan mencapai 172 hektare.

Namun, sebagian areal masih mengandalkan air hujan sehingga membutuhkan dukungan sarana dan infrastruktur pertanian yang lebih memadai.

"Hari ini kita memulai penanaman padi organik di Panreng. Luas sawah di wilayah ini mencapai 172 hektare dan sebagian masih berstatus tadah hujan. Karena itu, pemerintah berupaya menghadirkan berbagai solusi untuk mendukung produktivitas petani," katanya.

Air tadah hujan adalah sumber air untuk lahan pertanian yang sepenuhnya bergantung pada curah hujan.

Bagi petani, sawah tadah hujan hanya dapat ditanami ketika ketersediaan air dari hujan mencukupi.

Saat musim kemarau atau curah hujan rendah, lahan berisiko mengalami kekeringan sehingga produktivitas tanaman menurun atau bahkan gagal panen.

Bupati Sidrap juga menjelaskan bahwa pemerintah daerah saat ini terus berupaya memastikan ketersediaan pupuk bagi petani.

Serta mempercepat realisasi program Listrik Masuk Sawah yang dinilai sangat membantu aktivitas pertanian.

Selain itu, Syaharuddin mengajak petani mulai beralih ke pola budidaya yang lebih modern dan efisien agar hasil produksi terus meningkat.

Ia menargetkan produktivitas padi di Sidrap dapat mencapai 10 ton per hektare.

Sumber: Tribun Timur
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved