Dulu Ramai, Kini Terminal Pangkajene Sidrap hanya Hidup Saat Hari Pasar
Kondisi terminal yang tidak seramai dulu tidak terlepas dari kebijakan efisiensi anggaran yang terjadi di berbagai daerah.
Penulis: Hardiyanti Kamaluddin | Editor: Alfian
"Terminal bukan sekadar tempat kendaraan berhenti. Ini adalah pusat pergerakan ekonomi masyarakat. Kalau aktivitas transportasi tumbuh, maka pedagang bergerak, usaha kecil hidup, dan kawasan sekitar ikut berkembang," tambahnya.
Ke depan, Pemerintah Kabupaten Sidrap berharap terminal tersebut dapat kembali menjadi pusat mobilitas masyarakat.
Juga sekaligus mendukung geliat ekonomi di kawasan Pasar Sentral Pangkajene.
Di tengah keterbatasan anggaran, terminal yang masih beroperasi pada hari pasar itu menjadi bukti bahwa fasilitas publik tersebut belum kehilangan fungsinya.
Kini, yang dibutuhkan bukan sekadar cat baru di kawasan terminal, melainkan hadirnya aktivitas yang mampu menghidupkan kembali transportasi dan perdagangan di pusat Kota Pangkajene (*)
| Duduk Perkara Sengketa Lahan Tambang Emas PT Masmindo di Luwu |
|
|---|
| Ashabul Kahfi Dukung Penguatan Tata Kelola BGN Demi Optimalisasi Program Prioritas Presiden |
|
|---|
| Syaharuddin Alrif Pamer Skill di Turnamen Sepak Bola Sidrap Cup 2026 |
|
|---|
| Ahli Waris dan PT Masmindo Saling Klaim Lahan Tambang Emas Luwu di DPRD Sulsel |
|
|---|
| PT Masmindo dan Ahli Waris Saling Klaim Lahan Tambang Emas Luwu saat RDP di DPRD Sulsel |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/20260603-Terminal-Pasar-Sentral-Pangkajene.jpg)