Dulu Ramai, Kini Terminal Pangkajene Sidrap hanya Hidup Saat Hari Pasar
Kondisi terminal yang tidak seramai dulu tidak terlepas dari kebijakan efisiensi anggaran yang terjadi di berbagai daerah.
Penulis: Hardiyanti Kamaluddin | Editor: Alfian
TRIBUN-TIMUR.COM, SIDRAP - Terminal Pasar Sentral Pangkajene di Kecamatan Maritengngae, Kabupaten Sidrap, masih berdiri dan berfungsi hingga saat ini.
Namun, denyut aktivitasnya tidak lagi seramai beberapa tahun lalu.
Jika aktivitas naik dan menurunkan penumpang makin surut, maka hal tersebut berdampak bagi pendapatan para sopir mobil angkutan.
Terminal yang berada di depan Pasar Sentral Pangkajene tersebut kini lebih banyak digunakan pada hari pasar, saat pedagang dan masyarakat dari berbagai wilayah datang bertransaksi.
Lokasi terminal berada di kawasan strategis pusat ekonomi Pangkajene dan masih menjadi salah satu simpul transportasi masyarakat.
Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Sidrap, Andi Bahari Parawansa, mengatakan terminal tersebut sebenarnya masih berfungsi dan tetap dimanfaatkan masyarakat.
"Terminal ini masih digunakan sampai sekarang, terutama pada hari pasar. Aktivitas angkutan dan masyarakat masih ada, meski tidak seramai dulu," kata Andi Bahari kepada Tribun-Timur.com, Rabu (3/6/2026).
Menurutnya, kondisi terminal yang tidak seramai dulu tidak terlepas dari kebijakan efisiensi anggaran yang terjadi di berbagai daerah sebagai dampak penyesuaian anggaran dari pemerintah pusat.
Akibatnya, sejumlah program pemeliharaan dan penataan fasilitas terminal belum dapat dilakukan secara maksimal.
"Kalau untuk pengecatan dan pengindahan fasilitas sebenarnya sudah kami rencanakan. Namun karena adanya efisiensi anggaran, beberapa kegiatan belum bisa dilaksanakan. Kami tetap berupaya agar fasilitas yang ada tetap terjaga dan bisa digunakan masyarakat," ujarnya.
Baca juga: Terminal Daya Diwacanakan Jadi Pusat Aktivitas Logistik
Meski demikian, Dishub Sidrap tidak menutup mata terhadap harapan masyarakat agar terminal kembali hidup dan ramai seperti dahulu.
Andi Bahari menilai kebangkitan terminal tidak hanya bergantung pada pembangunan fisik.
Hal tersebut juga perlu didukung aktivitas ekonomi dan transportasi yang berkelanjutan.
"Kalau ingin terminal kembali hidup, maka harus ada aktivitas yang terus berlangsung. Angkutan umum perlu diberdayakan, trayek harus aktif, dan masyarakat juga perlu kembali menjadikan terminal sebagai titik keberangkatan maupun kedatangan," terangnya.
Ia menambahkan, sinergi antara pemerintah, pelaku usaha transportasi, pedagang, dan masyarakat menjadi kunci menghidupkan kembali kawasan terminal.
| Duduk Perkara Sengketa Lahan Tambang Emas PT Masmindo di Luwu |
|
|---|
| Ashabul Kahfi Dukung Penguatan Tata Kelola BGN Demi Optimalisasi Program Prioritas Presiden |
|
|---|
| Syaharuddin Alrif Pamer Skill di Turnamen Sepak Bola Sidrap Cup 2026 |
|
|---|
| Ahli Waris dan PT Masmindo Saling Klaim Lahan Tambang Emas Luwu di DPRD Sulsel |
|
|---|
| PT Masmindo dan Ahli Waris Saling Klaim Lahan Tambang Emas Luwu saat RDP di DPRD Sulsel |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/20260603-Terminal-Pasar-Sentral-Pangkajene.jpg)