Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Jelang Idul Adha, Masjid Agung Pangkajene Sidrap Sudah Terima 6 Sapi Kurban

Muadzin Masjid Agung Pangkajene, H Abdullah, mengatakan jumlah hewan kurban masih berpotensi bertambah.

Tayang:
Penulis: Hardiyanti Kamaluddin | Editor: Ansar
Tribun-timur.com/Hardiyanti Kamaluddin
IDUL ADHA-Suasana setelah salat dhuhur di Masjid Agung Pangkajene, Sidrap, Selasa (19/5/2026). Panitia Masjid Agung sejauh ini telah menerima enam ekor sapi dan tiga ekor kambing untuk disembelih pada Hari Raya Idul Adha mendatang. Jumlah tersebut diperkirakan akan bertambah mendekati Idul Adha. 

TRIBUN-TIMUR.COM, SIDRAP — Menjelang Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah yang tinggal menghitung hari, suasana persiapan kurban mulai terasa di sejumlah masjid di Kabupaten Sidrap.

Pantauan Tribun-Timur.com pada Selasa (19/5/2026), beberapa masjid telah menerima hewan kurban dari masyarakat berupa sapi dan kambing untuk disembelih pada hari raya nanti.

Salah satu lokasi penyelenggaraan kurban terbesar berada di Masjid Agung Pangkajene, Sidrap.

Hingga saat ini, panitia telah menerima enam ekor sapi dan tiga ekor kambing dari para pekurban.

Muadzin Masjid Agung Pangkajene, H Abdullah, mengatakan jumlah hewan kurban masih berpotensi bertambah.

Karena pendaftaran dari masyarakat masih terus dibuka hingga mendekati Idul Adha.

“Biasanya kalau tahun lalu itu ada delapan sapi. Nanti mendekati Idul Adha biasanya masih ada lagi yang mendaftar,” ujarnya saat ditemui di Masjid Agung Pangkajene.

Ia menyebut antusiasme masyarakat untuk berkurban setiap tahun tetap tinggi sebagai bentuk kepedulian sosial sekaligus ibadah kepada Allah SWT.

Ibadah kurban sendiri bukan sekadar ritual penyembelihan hewan.

Melainkan memiliki makna spiritual dan sosial yang mendalam bagi umat Islam.

Kurban menjadi simbol ketakwaan, keikhlasan, dan pengorbanan dalam menjalankan perintah Allah SWT.

Momentum ini juga menjadi pengingat akan kisah Nabi Ibrahim AS yang dengan penuh keimanan dan kepasrahan rela mengorbankan putranya, Nabi Ismail AS.

Demi menaati perintah Allah SWT.

Dari peristiwa tersebut, umat Islam diajarkan tentang arti keikhlasan, kepatuhan, dan kepedulian terhadap sesama.

Melalui pembagian daging kurban kepada masyarakat yang membutuhkan (*)

Laporan ReporterSidrap: Hardiyanti Kamaluddin

Sumber: Tribun Timur
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved