Merawat Kelestarian Lipa Garusu dari Tangan Mannia Parenta
Sarung Garusu’ atau sering disebut lipa' garusu' dalam bahasa Bugis adalah jenis sarung tenun tradisional khas Sulawesi Selatan.
Penulis: Hardiyanti Kamaluddin | Editor: Waode Nurmin
Kini, ia mulai mewariskan kemampuan tersebut kepada anaknya agar tradisi tenun Bugis tetap terjaga, khususnya di Sidrap.
Sarung Garusu’ biasanya digunakan untuk acara pernikahan, pameran, hantaran, maupun dijual kembali.
Harga satu sarung bervariasi.
Mulai Rp1 juta hingga Rp10 juta, tergantung jenis benang, motif, dan tingkat kesulitan pengerjaan.
Menurut I Mannia, proses menenun membutuhkan konsentrasi dan ketelitian tinggi.
Sehingga tidak banyak anak muda yang tertarik menekuninya.
Ia berharap ada regenerasi di Sidrap dapat belajar dan melanjutkan budaya tenun tradisional tersebut.
“Memang pekerjaan ini sulit. Tapi kalau belajar terus menerus pasti akan pandai juga. Sayang juga kalau tidak ada penerusnya,” katanya.
Ia juga berharap Pemerintah Kabupaten Sidrap dapat membuka akses pembelajaran menenun bagi anak-anak muda di daerah tersebut.
Keuletan tangannya berbicara. Ketekunannya menenun menjadi tanda bahwa ia tidak sekadar mencari nafkah melalui keterampilannya, tetapi juga menjaga kelestarian itu agar tidak punah oleh zaman (*)
Laporan ReporterSidrap: Hardiyanti Kamaluddin
| Syaharuddin Alrif: 106 Titik Koperasi Merah Putih Tuntas Sampai Agustus |
|
|---|
| Petani Sidrap: Kalau Kemarau, Kita Pompa Air Sungai |
|
|---|
| Anggota DPRD Sulsel Zulkifli Zain Tekuni Pertanian, Kembangkan 30 Varietas Alpukat di Sidrap |
|
|---|
| Guru PGRI Dua Pitue Sidrap Meriahkan Jalan Santai dan Senam Saromase |
|
|---|
| Hari Libur, Anak-anak di Sidrap Pilih Mancing di Kolam Milik Kodim 1420, Dijual Rp35 ribu Per Kg |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/Penenun-lipa-garusu_12052026_.jpg)