Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Merawat Kelestarian Lipa Garusu dari Tangan Mannia Parenta

Sarung Garusu’ atau sering disebut lipa' garusu' dalam bahasa Bugis adalah jenis sarung tenun tradisional khas Sulawesi Selatan. 

Tayang:
Penulis: Hardiyanti Kamaluddin | Editor: Waode Nurmin
Tribun-Timur.com/ Hardiyanti Kamaluddin
PENENUN BUGIS-Penenun Bugis Sidrap, I Mannia saat ditemui di rumahnya di Kelurahan Arateng, Kecamatan Tellu Limpoe, Kabupaten Sidrap, Senin (11/5/2026). I Mannia menjadi satu-satunya perempuan Bugis Sidrap yang masih menjaga tangannya untuk menenun “lipa’ garusu”. 

Kini, ia mulai mewariskan kemampuan tersebut kepada anaknya agar tradisi tenun Bugis tetap terjaga, khususnya di Sidrap.

Sarung Garusu’ biasanya digunakan untuk acara pernikahan, pameran, hantaran, maupun dijual kembali.

Harga satu sarung bervariasi.

Mulai Rp1 juta hingga Rp10 juta, tergantung jenis benang, motif, dan tingkat kesulitan pengerjaan.

Menurut I Mannia, proses menenun membutuhkan konsentrasi dan ketelitian tinggi.

Sehingga tidak banyak anak muda yang tertarik menekuninya.

Ia berharap ada regenerasi di Sidrap dapat belajar dan melanjutkan budaya tenun tradisional tersebut.

“Memang pekerjaan ini sulit. Tapi kalau belajar terus menerus pasti akan pandai juga. Sayang juga kalau tidak ada penerusnya,” katanya.

Ia juga berharap Pemerintah Kabupaten Sidrap dapat membuka akses pembelajaran menenun bagi anak-anak muda di daerah tersebut.

Keuletan tangannya berbicara. Ketekunannya menenun menjadi tanda bahwa ia tidak sekadar mencari nafkah melalui keterampilannya, tetapi juga menjaga kelestarian itu agar tidak punah oleh zaman (*)

Laporan ReporterSidrap: Hardiyanti Kamaluddin 

 

Sumber: Tribun Timur
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved