Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Petani Sidrap: Kalau Kemarau, Kita Pompa Air Sungai 

Petani di Kelurahan Arateng, Kecamatan Tellu Limpoe, La Topang, mengatakan kondisi tersebut

Tayang:
Penulis: Hardiyanti Kamaluddin | Editor: Imam Wahyudi
Tribun-timur.com/Hardiyanti Kamaluddin
POMPA AIR - La Topang, petani di Kelurahan Arateng, Kecamatan Tellu Limpoe, Kabupaten Sidrap, Sulsel, memompa air sungai menggunakan mesin untuk mengairi sawahnya di musim kemarau, Senin (11/5/2026). Petani di Sidrap mengandalkan sungai sebagai sumber air jika irigasi kering. 

TRIBUN-TIMUR.COM, SIDRAP - Petani di Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap), Sulawesi Selatan, mulai bersiap menghadapi musim kemarau yang diprediksi berlangsung mulai Mei dan mencapai puncaknya pada Agustus 2026.

Salah satu upaya yang dilakukan petani ialah memompa air dari sungai untuk mengairi lahan persawahan agar tanaman padi tidak mengalami kekeringan.

Petani di Kelurahan Arateng, Kecamatan Tellu Limpoe, La Topang, mengatakan kondisi tersebut sudah menjadi rutinitas petani setiap memasuki musim kemarau.

“Kalau musim kemarau, kita pompa air dari sungai ke sawah,” ujarnya, Senin (11/5/2026).

Menurutnya, ketersediaan air menjadi faktor utama untuk menjaga pertumbuhan padi tetap stabil hingga masa panen tiba.

Selain melakukan pemompaan air, petani juga mulai membersihkan saluran irigasi dan menyiapkan mesin pompa agar dapat digunakan sewaktu-waktu ketika debit air di sawah mulai berkurang.

Para petani berharap debit air sungai di wilayah Sidrap tetap mencukupi selama musim kemarau berlangsung sehingga kebutuhan air pertanian tetap terpenuhi.

La Topang menuturkan, saat kemarau melanda, petani harus bekerja lebih keras untuk memastikan tanaman padi tidak kekurangan air agar terhindar dari risiko gagal panen.

“Kalau kemarau sudah mulai, petani harus bekerja lebih ekstra supaya sawah tetap mendapat pasokan air yang cukup,” katanya.

Ia mengimbau masyarakat menggunakan air secara bijak selama musim kemarau, termasuk menjaga kebersihan sungai dan tidak membuang-buang air agar distribusi air ke lahan pertanian tetap lancar.(*)

Sumber: Tribun Timur
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved