Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Menjadi Tua dengan Tenang, Suaib Bertahan dari Anyaman Bambu

Namun tetap menjual bilah-bilah bambu, sangkar, tampah, tirai, dan berbagai anyaman.

Tayang:
Penulis: Hardiyanti Kamaluddin | Editor: Ansar
Tribun-timur.com/Hardiyanti Kamaluddin
PENJUAL ANYAMAN- Suaib, pedagang anyaman bambu di depan hamparan sawah Jalan poros Sidrap-Palopo, tepatnya di Kelurahan Wala, Kecamatan Maritengngae, Kabupaten Sidrap. Rabu (6/5/2026). Suaib hidup bertualang dengan bermodalkan kebaikan dan kepercayaan yang selalu ia jaga.  

Dari sana, langkahnya berlanjut ke Morowali. 

Di tanah orang, ia belajar satu hal yang terus ia pegang hingga kini.

Menjaga kepercayaan adalah modal terbesar seorang perantau.

“Kalau orang sudah percaya, itu yang kita jaga,” katanya dengan senyum kebanggaan yang pernah ia miliki.

Begitu prinsip hidupnya yang tak pernah berubah.

Perjalanannya belum selesai. 

Ia sempat tinggal di Makassar, menjual beras di pasar Pa’baeng-Baeng. 

Di tengah hiruk-pikuk kota, ia menjadi bagian dari roda kehidupan yang berputar cepat. 

Tak ada kemewahan, tak ada cerita besar.

Hanya kerja keras yang dilakukan berulang setiap hari.

Perjalanan panjangnya membuahkan hasil.

Ia kini membuka lapak jualan sangkar burung, tirai, topi, dan lain-lain.

Selain itu, berdiri di samping lapaknya rumah yang menjadi tempatnya berteduh bersama anak menantunya, hasil dari kerja kerasnya.

Ia dedikasikan hasil keringatnya untuk keluarganya.

Kini, langkahnya telah melambat. 

Sumber: Tribun Timur
Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved