Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Putu Soppa Jajanan Legendaris di Sidrap Bikin Warga Antre, Rp5 Ribu / 2 Bungkus

Sebuah lapak sederhana dipasangi spanduk dengan tulisan 'putu dan surabeng'.

Tayang:
Penulis: Hardiyanti Kamaluddin | Editor: Sudirman
Tribun-timur.com/Hardiyanti Kamaluddin
PUTU - Menjual putu di depan RS Anugrah Kota Sidrap, Selasa (5/5/2026). Putu ini hanya ada di pagi hari karena memang cepat habis.  

Ringkasan Berita:
  • Di pagi hari di Sidrap, lapak putu sederhana milik Suarni di depan RS Anugrah menawarkan kehangatan lewat jajanan tradisional. 
  • Tanpa isian gula merah, putu buatannya mengandalkan rasa alami dari tepung beras, pandan, dan kelapa, disajikan dengan sambal sebagai pelengkap unik.
  • Suarni menjual putu hanya di pagi hari dan dagangannya hampir selalu habis. 
  • Dengan harga Rp5 ribu untuk dua bungkus, pembeli tidak hanya mendapatkan makanan, tetapi juga pengalaman rasa sederhana.

TRIBUN-TIMUR.COM - Putu Soppa salah satu jajanan legendaris diminati warga Sidrap.

Kue tradisional ini bisa didapatkan di depan Rumah Sakit (RS) Anugrah di Jl Lanto Daeng Pasewang, No. 60, Kelurahan Pangkajene, Kecamatan Maritengngae, Kabupaten Sidrap.

Jika ingin mencicipi Putu Soppa, datanglah sekitar pukul 08.00 Wita.

Sebuah lapak sederhana dipasangi spanduk dengan tulisan 'putu dan surabeng'.

Hanya dua perempuan berjualan. Mereka nampak telaten membuat Putu Soppa dan Surabeng.

Putu di lapak ini dibuat dengan cara yang nyaris tak berubah oleh waktu.

Tepung beras yang telah diayak halus dicampur air hingga menggumpal lembut di jemari.

Baca juga: Senja yang Hidup di Taman Usman Isa, Ruang Santai Warga Sidrap

Sedikit garam ditambahkan bukan untuk mendominasi rasa, tapi menyeimbangkannya.

Daun pandan memberi jiwa, aromanya meresap pelan, menghidupkan setiap butir adonan.

Berbeda dari putu pada umumnya yang menyimpan gula merah di dalamnya.

Putu di sini tampil apa adanya. Tanpa isian manis yang meleleh.

Tanpa kejutan di tengah. Justru dari kesederhanaan itulah rasa yang jujur muncul utuh dari luar hingga ke dalam.

Adonan kemudian dimasukkan ke dalam dandang, disusun rapi di atas kukusan.

Uap panas memeluknya perlahan, tanpa tergesa.

Saat matang, putu diangkat dengan hati-hati, lembut, hangat, dan sedikit berembun.

Sumber: Tribun Timur
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved