Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Menjadi Tua dengan Tenang, Suaib Bertahan dari Anyaman Bambu

Namun tetap menjual bilah-bilah bambu, sangkar, tampah, tirai, dan berbagai anyaman.

Tayang:
Penulis: Hardiyanti Kamaluddin | Editor: Ansar
Tribun-timur.com/Hardiyanti Kamaluddin
PENJUAL ANYAMAN- Suaib, pedagang anyaman bambu di depan hamparan sawah Jalan poros Sidrap-Palopo, tepatnya di Kelurahan Wala, Kecamatan Maritengngae, Kabupaten Sidrap. Rabu (6/5/2026). Suaib hidup bertualang dengan bermodalkan kebaikan dan kepercayaan yang selalu ia jaga.  

TRIBUN-TIMUR.COM, SIDRAP - Di sebuah sudut sederhana yang dipenuhi aroma kayu dan bambu kering, seorang lelaki tua duduk bersila, Rabu (6/5/2026).

Tangannya tak lagi secepat dulu.

Namun tetap menjual bilah-bilah bambu, sangkar, tampah, tirai, dan berbagai anyaman.

Menjadi sumber nafkahnya yang ia bangun sejak 2008, 18 tahun lalu.

Seorang pedagang anyaman bambu yang lapaknya berada di depan hamparan sawah.

Jalan poros Sidrap-Palopo, tepatnya di Kelurahan Wala, Kecamatan Maritengngae, Kabupaten Sidrap

Namanya Suaib. Usianya 74 tahun. 

Wajahnya menyimpan jejak perjalanan panjang.

Kerut yang bukan sekadar tanda usia, tapi peta dari hidup yang ditempuh dengan sabar.

Dulu, Suaib bukanlah penjual anyaman seperti sekarang. 

Ia adalah seorang tualang.

Pengembara hidup yang mencari rezeki dari satu tempat ke tempat lain. 

Tak banyak yang ia miliki selain tenaga, kepercayaan, dan tekad untuk bertahan.

Ia pernah merantau ke Kolaka, menyusuri kehidupan dengan harapan sederhana.

Bekerja dan pulang membawa hasil. 

Sumber: Tribun Timur
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved