Lebaran 2026
Jelang Lebaran, Pedagang Kue Kering di Sengkang Raup Omzet hingga Rp7 Juta per Hari
Jelang Lebaran 2026, kue kering di Pasar Sentral Sengkang laris manis, pedagang meraup omzet hingga jutaan rupiah per hari.
Penulis: M. Jabal Qubais | Editor: Sukmawati Ibrahim
Ringkasan Berita:
- Penjualan kue kering di Pasar Sentral Sengkang, Wajo, meningkat jelang Lebaran 2026. Berbagai jenis kue seperti nastar, kue rambutan, dan beng-beng laris diburu warga.
- Pedagang mengaku omzet mencapai Rp5 juta hingga Rp7 juta per hari. Pembeli memilih kue kemasan karena lebih praktis dibanding membuat sendiri.
TRIBUNTIMUR.COM, WAJO – Kue kering menjadi buruan warga menjelang Hari Raya Idulfitri 2026.
Kue kering biasanya dihidangkan saat Lebaran sebagai sajian untuk tamu maupun keluarga yang berkunjung.
Seperti yang terlihat di Pasar Sentral Sengkang, Kabupaten Wajo, Sulawesi Selatan.
Pasar yang berada di pusat kota ini memiliki pintu utama di Jalan R.A Kartini.
Pantauan Tribun-Timur.com, Rabu (18/3/2026) sejak pukul 08.00 Wita, warga mulai berburu kue kering di lokasi tersebut.
Di hampir setiap sudut pasar, pedagang menjajakan berbagai kue khas Lebaran.
Jenis kue yang dijual antara lain:
-Nastar
-Putri salju
-Kue kurma
-Kue kacang
-Lidah kucing
-Pastel kering
-Kue durian
-Beng-beng
-Kue khas Bugis (baruasa dan bagea)
Selain kue kering, berbagai camilan juga dijual.
Di antaranya:
-Kacang sembunyi
-Kacang disko
-Kacang mete
-Makaroni
-Spiral
-Kacipo
Salah satu pedagang, Rosita, mengaku telah berjualan kue kering di Pasar Sentral Sengkang selama hampir 10 tahun.
“Sudah hampir 10 tahun jualan di sini. Khusus Ramadan tahun ini, kami mulai jualan di pertengahan puasa,” ujarnya saat ditemui di lokasi, Rabu (18/3/2026).
Ia menjelaskan, pada awal Ramadan pihaknya hanya menjual kue khas Bugis.
Namun, menjelang Lebaran, penjualan beralih ke kue kering.
“Kalau awal Ramadan hanya jual kue Bugis, menjelang Lebaran baru jual kue kering khas,” katanya.
Rosita menyebut kue yang dijual berasal dari pelaku UMKM di berbagai daerah.
Di antaranya dari Kecamatan Pammana, Majauleng, Tempe, hingga dari Kabupaten Bone seperti Pompanua.
“Kami hanya menjual. Barangnya dari pelaku usaha di beberapa kecamatan,” ujarnya.
Untuk harga, kue dijual berdasarkan ukuran kemasan.
Mulai dari Rp35 ribu untuk ukuran kecil, Rp55 ribu ukuran sedang, hingga Rp65 ribu untuk kemasan besar.
Ia mengaku penjualan terus meningkat menjelang Lebaran.
“Biasanya dua sampai tiga hari sebelum Lebaran pembeli semakin ramai. Mereka datang dari berbagai kecamatan,” katanya.
Menurutnya, kue yang paling diminati pembeli adalah kue rambutan, kue kurma, nastar, dan beng-beng.
“Yang paling laku kue rambutan, kurma, nastar, dan beng-beng. Rata-rata sudah habis sekarang,” ujarnya.
Rosita bersyukur dagangannya laris manis.
“Alhamdulillah lima hari sebelum Lebaran banyak pembeli,” katanya.
Ia mengaku omzet penjualan bisa mencapai Rp5 juta hingga Rp7 juta per hari.
Salah satu pembeli, Fika (23), warga Kelurahan Attakae, Kabupaten Wajo, mengaku rutin berbelanja kue kering di Pasar Sentral Sengkang setiap tahun.
“Saya rutin setiap tahun belanja di sini, khususnya kue kering,” ujarnya.
Ia memilih membeli kue kering kemasan karena lebih praktis.
Menurutnya, kesibukan membuatnya tidak sempat membuat kue sendiri di rumah.
“Kebetulan saya ada kesibukan lain, jadi lebih praktis beli saja,” katanya. (*)
| Tiga Kali Salat Id di Tanah Suci, Gubernur Sulsel Akhirnya Lebaran di Makassar |
|
|---|
| Cuaca Ekstrem, Polair Bulukumba Perketat Pengawasan di Pantai Bira |
|
|---|
| Pengunjung Grand Waterboom Mandai Membludak, Tembus 28.900 Orang Selama Libur Lebaran |
|
|---|
| Pengunjung TWA Bantimurung Merosot, Air Meluap Jadi Faktor Utama |
|
|---|
| 39 Ribu Penumpang Diprediksi Padati Bandara Hasanuddin saat Puncak Arus Balik |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/2026-18-MARET-KUE-KERING.jpg)