Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Ramadan 2026

Isi Celengan Masjid Sengkang Didominasi Salat Tarawih dan Subuh

Pemasukan kotak amal di Masjid Agung Ummul Quraa Sengkang hingga hari ke-22 Ramadan tercatat Rp135,3 juta, dengan tarawih sebagai sumber terbesar.

Tayang:
Editor: Sukmawati Ibrahim
Tribun-timur.com
KOTAK AMAL – Suasana Masjid Agung Ummul Quraa Sengkang, Sulawesi Selatan. Hingga hari ke-22 Ramadan, kotak amal masjid tercatat Rp135,3 juta, dengan tarawih sebagai pemasukan terbesar Rp70,3 juta, subuh Rp42,3 juta, dan duhur/Jumat Rp22,6 juta.   

Ringkasan Berita:
  • Hingga hari ke-22 Ramadan, kotak amal Masjid Agung Ummul Quraa Sengkang terkumpul Rp135,3 juta. Pemasukan terbesar dari tarawih Rp70,3 juta, subuh Rp42,3 juta, dan duhur/Jumat Rp22,6 juta. 
  • Rata-rata pemasukan harian Rp2 juta. Pengurus masjid mengalokasikan dana operasional, termasuk honor penceramah dan transport, sementara warga menilai jumlah ini masih normal.
 
 

TRIBUN-TIMUR.COM - Hingga hari ke-22 Ramadan, isi kotak amal Masjid Agung Ummul Quraa Sengkang, Kabupaten Wajo, Sulawesi Selatan (Sulsel) tercatat senilai Rp135.381.000.

Jumlah itu merupakan akumulasi dari kotak amal salat tarawih, subuh, dan salat duhur atau Jumat selama Ramadan.

Rinciannya: tarawih Rp70.381.000, subuh Rp42.346.000, dan duhur/Jumat Rp22.654.000.

Ketua pembangunan masjid, Idris Panaungi, mengatakan angka itu masih pemasukan kotor dan belum termasuk pengeluaran operasional.

“Kalau pengeluaran hingga hari ini Rp68.761.000, jadi sisa Rp66.620.000,” ujarnya, Jumat (13/3/2026).

Ia menambahkan, rata-rata isi kotak amal sekitar Rp2 juta per hari.

“Rata-ratanya setiap hari, mulai tarawih, subuh, hingga duhur, Rp2 jutaan,” jelas Idris.

Pemasukan terbesar terjadi pada awal Ramadan.

Malam pertama tarawih mencapai Rp10.153.000.

Malam kedua Rp11.010.000.

Malam ke-9 Rp11.295.000.

Malam ke-16 tertinggi Rp15.740.000.

Malam lain umumnya Rp3 juta hingga Rp6 juta.

Selain pemasukan, pengurus masjid juga mengeluarkan dana operasional harian untuk kegiatan Ramadan.

“Setiap malam ada pengeluaran Rp1 juta untuk transport penceramah Ramadan, Rp600 ribu untuk penceramah tarawih, dan Rp400 ribu untuk penceramah subuh,” jelas Idris.

Seorang warga Kecamatan Tempe, Akbar (36), menilai jumlah isi kotak amal masih tergolong normal.

“Standar kalau isi kotak amal di hari ke-20 sudah mencapai ratusan juta. Memang setiap tahun begitu-begitu,” katanya saat ditemui di Warkop 12 Sengkang.

Menurutnya, sumbangan dari sumber lain di luar kotak amal juga cukup besar.

“Kalau sumbangan lain ya, pasti banyak,” tambahnya. (*)

 

Sumber: Tribun Timur
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved