Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Ramadan 1447 H

Prof Hamid Awaluddin, Eks Menkumham Jadi Penceramah Salat Tarwih Pertama di Masjid Al Markaz

Prof Hamid Awaluddin adalah Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia ke-26 (2004-2007) dan Duta Besar Indonesia untuk Federasi Rusia (2008-2011).

|
Penulis: Muslimin Emba | Editor: Muh Hasim Arfah
Tribun-timur.com/Muslimin Emba
PENCERAMAH PERTAMA- Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia ke-26 (2004-2007), Prof Dr Hamid Awaluddin saat ditemui di Wisma Kalla, beberapa waktu lalu. Guru Besar Universitas Hasanuddin ini menjadi penceramah tarwih perdana di Masjid Al Markaz Al Islami, Kota Makassar, Sulawesi Selatan. 

Ringkasan Berita:
  • Total ad 60 penceramah yang disiapkan Masjid Al Markaz untuk mengisi ceramah tarwih dan subuh.
  • Masjid Al Markaz juga akan menyiapkan menu buka puasa tiap harinya selama Ramadan.

 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Ceramah tarwih perdana di Masjid Al Markaz Al Islami, Kota Makassar, Sulawesi Selatan, bakal dibawakan oleh Prof Dr Hamid Awaluddin.

Prof Hamid Awaluddin adalah Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia ke-26 (2004-2007) dan Duta Besar Indonesia untuk Federasi Rusia (2008-2011).

Negosiator utama perdamaian Indonesia dan Gerakan Aceh Merdeka (GAM) pada 2005 ini, menempati urutan pertama daftar penceramah dalam 30 hari selama Ramadan di Masjid Al Markaz.

Namun demikian, pelaksanaan tarwih pertama di Masjid Al Markaz Al Islami, menunggu hasil sidang isbath Kementrian Agama RI untuk penentuan awal Ramadan 1447 Hijriah.

"Selama ini Al Markaz memang selalu menunggu atau mengikuti pengumuman resmi dari pemerintah," kata Ketua Harian Yayasan Islamic Center (YIC) Al Markaz Al Islami, Prof Mustari Mustafa dikonfirmasi tribun, Senin (16/2/2026).

"Alasannya karena dengan begitu secara syari pemerintah kuat, dengan legitimasi secara institusi, walaupun di Al Markaz ulama-ulama juga banyak, kita ikuti pemerintah walaupun Muhammadiyah juga banyak di Al Markaz," lanjutnya.

Total ada 60 dai yang disiapkan Masjid Al Markaz untuk mengisi ceramah tarwih dan subuh.

Baca juga: Songkok Recca dan Peci Rajut Jadi Buruan Menjelang Ramadan 1447 H di Al Markaz Makassar

Selain menyiapkan penceramah, lanjut Prof Mustari Mustafa, Masjid Al Markaz juga akan menyiapkan menu buka puasa tiap harinya selama Ramadan.

"Kita siapkan sekitar 1.200 menu buka puasa tiap yang bersumber dari donasi donatur dan juga dana yayasan," ujarnya.

Masjid peninggalan Jenderal M Jusuf ini, berlokasi di Jl Masjid Raya, Kelurahan Timungang Lompoa, Kecamatan Bontoala, Kota Makassar, Sulawesi Selatan.

Masjid Al-Markaz memiliki berbagai fasilitas yang mendukung fungsinya sebagai pusat peradaban Islam di Kawasan Timur Indonesia.

Masjid ini memiliki tiga lantai utama dengan total luas bangunan mencapai 6.932 meter persegi. 

Ruang salat utama berada di lantai dua dan tiga, mampu menampung hingga 10.000 jamaah.

Saat Idul Fitri dan Idul Adha, secara keseluruhan, masjid yang berdiri di atas lahan seluas 10 hektar ini mampu menampung hingga 50 ribu jamaah.

Sumber: Tribun Timur
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved