Harga BBM Naik
Driver Ojol di Pinrang Keluhkan Antrean Pertalite Imbas Harga Pertamax Naik
Mereka berharap pemerintah daerah segera turun tangan mengatasi persoalan antrean panjang di SPBU.
Penulis: Moh Faizal Lupphy S | Editor: Alfian
TRIBUN-TIMUR.COM, PINRANG - Kenaikan harga Bahan Bakar Minyak atau BBM nonsubsidi jenis Pertamax mulai memicu keluhan para pengemudi ojek online (Ojol).
Kondisi tersebut sangat memengaruhi pendapatan harian para driver di Kabupaten Pinrang, Sulawesi Selatan.
Apalagi operasional ojek online Maxim baru saja diluncurkan secara resmi di Bumi Lasinrang.
Permintaan orderan dari para pelanggan atau customer saat ini juga dinilai belum terlalu stabil.
Hal tersebut diungkapkan oleh Operator sekaligus Kepala Cabang Maxim Pinrang, Eno, kepada Tribun-Timur.com saat ditemui di Kantornya Jalan Jend Sukawati, Kecamatan Watang Sawitto.
"Kenaikan BBM nonsubsidi ini sangat berpengaruh besar bagi operasional para driver," ujar Eno, Rabu (17/6/2026).
Baca juga: Pertamax Tak Dilirik, Tiap Hari Antrean Pembelian Pertalite Terjadi di Toraja Utara
Para pengemudi ojek online kini mengaku sangat kewalahan dalam menghadapi situasi pelik tersebut.
"Kami kewalahan karena harga BBM naik saat kondisi orderan belum stabil," kata Eno.
Kondisi ini diperparah dengan sulitnya mendapatkan BBM subsidi jenis Pertalite di sejumlah SPBU.
Antrean kendaraan roda dua maupun roda empat kerap mengular panjang di setiap pengisian.
"Rata-rata driver harus mengantre lama di SPBU untuk mendapatkan Pertalite," tutur Eno.
Meskipun biaya operasional membengkak, pihak aplikator masih mempertahankan tarif perjalanan yang lama.
"Pihak Maxim dan Grab tetap mempertahankan harga lama bagi para penumpang," jelas Eno.
Pihak manajemen daerah kini sedang menunggu keputusan resmi terkait penyesuaian tarif dari pusat.
"Kami masih menunggu regulasi terbaru dari Presiden Prabowo Subianto terkait persentase pembagian," tambahnya.
| Pertamax Tak Dilirik, Tiap Hari Antrean Pembelian Pertalite Terjadi di Toraja Utara |
|
|---|
| Antrean Pertalite Padati SPBU Kalampa dan Kalabbirang Takalar, Pertamax Sepi Peminar |
|
|---|
| Imbas BBM Naik, Emak-emak di Bone Keluhkan Harga Sembako Melonjak: Rp300 Ribu Hanya Cukup 5 Hari |
|
|---|
| Butuh 30 Menit Antre di SPBU Depan Mapolda Sulsel hanya untuk Dapatkan Pertalite |
|
|---|
| Harga Pertamax di Sidrap Melonjak ke Rp16.650 per Liter, Sopir Angkot Khawatir Semua ke Pertalite |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/20260617-ojek-online.jpg)