Harga Solar Rp315 Ribu, Nelayan Ujung Lero Pinrang Jadi Tukang Batu
Desa Ujung Lero sendiri berjarak sekitar 36 Km dari Ibu Kota Pinrang, Kecamatan Watang Sawitto.
Penulis: Moh Faizal Lupphy S | Editor: Imam Wahyudi
TRIBUN-TIMUR.COM, PINRANG - Nelayan di Desa Ujung Lero, Kecamatan Suppa, Kabupaten Pinrang, Sulawesi Selatan, terpaksa tidak melaut akibat tingginya harga bahan bakar minyak jenis solar.
Untuk menyambung hidup, sebagian besar nelayan memilih memancing di pinggir laut demi memenuhi kebutuhan dapur keluarga.
Ada pula yang pergi jadi tukang batu, dan pergi memanen sawah atau maddaros jika musim panen.
Masyarakat di Desa Ujung Lero, mayoritas berprofesi sebagai nelayan dan penjual ikan.
Desa Ujung Lero sendiri berjarak sekitar 36 Km dari Ibu Kota Pinrang, Kecamatan Watang Sawitto.
Seorang nelayan Ujung Lero, M. Ali, mengungkapkan bahwa mereka terpaksa membeli solar di tingkat pengecer dengan harga selangit.
"Saya beli solar di pengecer ada Rp300 ribu, Rp315 ribu/jeriken, jadi kalau di Pertamina kita mengisi itu Rp225 ribu/jeriken," kata Ali saat ditemui Jurnalis Tribun-Timur.com, Selasa (16/6/2026).
Ali menjelaskan, pembelian solar di SPBU Pertamina sebenarnya jauh lebih murah namun syaratnya sangat menyulitkan para nelayan.
Nelayan diwajibkan memiliki dokumen surat kapal yang lengkap agar bisa mengakses bahan bakar bersubsidi tersebut di SPBU.
Pihak Dinas Perikanan Pinrang disebut belum pernah mengeluarkan rekomendasi solar bersubsidi untuk kapal ukuran di atas Tonase Kotor atau Gross Tonnage GT-28.
Instansi terkait di Pinrang sejauh ini dikabarkan baru mengeluarkan izin kuota solar untuk kapal berukuran kecil atau sampan.
Akibat kendala administrasi tersebut, nelayan Ujung Lero sering mencari pasokan solar subsidi hingga ke wilayah Kota Parepare.
Pemerintah Kota Parepare memberikan kemudahan bagi nelayan luar daerah yang dokumen kapalnya lengkap untuk mengakses solar subsidi.
"Batasnya dikasih sama pemerintah Parepare itu 1700/liter kita sampai 1 bulan, itu cukup kalau untuk satu kapal," jelas Ali.
Namun, pengurusan dokumen kapal dan antrean pengisian solar di Parepare tetap membutuhkan waktu serta proses yang cukup melelahkan.
| Solar Langka, Sopir Truk Tujuan Manado dan Kolaka Menginap di SPBU Kasuarrang Maros |
|
|---|
| Kreatif Ogah Jiplak, Konveksi Jersey di Pinrang Kebanjiran Berkah Piala Dunia |
|
|---|
| Rupiah Anjlok hingga Isu MBG, Mahasiswa di Pinrang Siapkan Aksi Susul Demo Jakarta |
|
|---|
| Solar Langka dan Harga Eceran Rp20 Ribu, Nelayan Bontoa Maros Tak Melaut |
|
|---|
| Di Tengah Seruan Aksi Nasional, Polres Pinrang Belum Terima Pemberitahuan Demo |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/solar-mahal-nelayan-pinrang-jadi-tukang-batu.jpg)