Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Kisah Guru SD Inpres Arra Pinrang, Menembus Medan Ekstrem Demi Anak Pelosok

Jaraknya sekitar 48 kilometer dari Kota Pinrang dengan waktu tempuh 1 jam, 30 menit.

Tayang:
Penulis: Moh Faizal Lupphy S | Editor: Ansar
Tribun-timur.com
PERJUANGAN GURU - Guru-guru dan siswa SDN Inpres Arra, Desa Rajang, Kecamatan Lembang, Kabupaten Pinrang. Kepsek Inpres Arra, Maksudi Muchtar menceritakan perjalanan menuju sekolah adalah pertaruhan nyawa setiap harinya. 

TRIBUN-TIMUR.COM, PINRANG – Aspal mulus mungkin menjadi hal lumrah bagi pendidik di perkotaan. 

Namun berbeda bagi guru-guru di UPT Sekolah Dasar Negeri (SDN) Inpres Arra.

Lokasi SDN Inpres Arra berada di Desa Rajang, Kecamatan Lembang, Kabupaten Pinrang, Sulawesi Selatan (Sulsel).

Jaraknya sekitar 48 kilometer dari Kota Pinrang dengan waktu tempuh 1 jam, 30 menit.

Kepala Sekolah (Kepsek) Inpres Arra, Maksudi Muchtar menceritakan, perjalanan menuju sekolah adalah pertaruhan nyawa setiap harinya.

Kepsek Inpres Arra, Maksudi Muchtar menceritakan
PERJUANGAN GURU - Guru-guru dan siswa SDN Inpres Arra, Desa Rajang, Kecamatan Lembang, Kabupaten Pinrang. Kepsek Inpres Arra, Maksudi Muchtar menceritakan perjalanan menuju sekolah adalah pertaruhan nyawa setiap harinya.

Medan jalan yang ekstrem, tanjakan curam, hingga jalur disana. 

Hanya bisa ditaklukkan oleh motor atau mobil jenis Jeep.

Jarak dari desa ke sekolah sekitar delapan Km.

Tantangannya terletak pada topografi wilayah yang berada pada ketinggian.

"Kondisi jalan memang agak ekstrem. Tetapi bagaimanapun, kami tetap jalan karena itu sudah diamanahkan kepada kami," ujar Maksudi dengan nada rendah hati saat berbincang dengan Tribun-Timur.com, Kamis (30/4/2026).

SD Inpres Arra saat ini mendidik 51 siswa yang tersebar dari kelas 1 hingga kelas 6. 

Meski jumlahnya tak sebanyak sekolah di kota, semangat anak-anak pelosok ini menjadi energi utama bagi para guru.

Maksudi merincikan, kelas 1 memiliki 13 siswa, kelas 2 ada 5 orang, kelas 3 tercatat 13 orang.

Selain itu, kelas 4 ada sebanyak 10 orang, kelas 5 ada 10 orang, dan kelas 6 sebanyak 8 orang.

"Meskipun jalannya sulit, kami tetap harus menjalaninya. 

Sumber: Tribun Timur
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved