Pasar Sentral Bumi Lasinrang Makin Semrawut
Kondisi tersebut memicu kesemrawutan, bahkan berdampak langsung pada arus lalu lintas di sekitar kawasan.
Harga tempe melonjak drastis dari Rp5 ribu menjadi Rp18 ribu per bungkus.
Selain itu, kacang tanah juga ikut naik.
Dari Rp40 ribu per liter, kini menjadi Rp50 ribu per liter.
Salah satu pedagang, Hasnah, mengungkapkan kenaikan harga dipicu oleh beberapa faktor.
Di antaranya kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) serta naiknya harga bahan pendukung.
"Tempe paling naik karena plastik pembungkusnya juga naik, ditambah harga kedelai," ujarnya.
Ia menyebut, kenaikan harga sudah terjadi sejak setelah Lebaran.
Hingga saat ini, harga belum menunjukkan tanda-tanda stabil.
"Kenaikannya dari setelah Lebaran sampai sekarang. Kalau turun, paling turun sedikit, besoknya naik lagi," jelasnya.
Kondisi ini membuat banyak pembeli mengeluh.
Namun, pedagang mengaku tidak memiliki banyak pilihan selain mengikuti harga pasar.
"Banyak pembeli mengeluh, tapi kita tidak bisa berbuat apa-apa," katanya.
Keluhan serupa juga datang dari kalangan ibu rumah tangga.
Nur mengaku kesulitan mengatur pengeluaran belanja karena harga terus naik.
"Harga makin naik, jadi pusing juga atur belanja. Semua serba mahal sekarang," katanya.(*)
| Renovasi Lapak Pasar Sentral Pinrang Dikeluhkan, Pedagang: Mirip Kandang Sapi |
|
|---|
| AGH. Abd. Salam Latarebbi |
|
|---|
| Bupati Pinrang Pelesiran ke Thailand, Wabup Urus Toilet Sekolah Usai Nyamar Jadi Pasien Puskesmas |
|
|---|
| Profil Sudirman Bungi Wakil Bupati Pinrang Viral Sidak Puskesmas, Akting Sakit, Antre Bareng Warga |
|
|---|
| Diam-diam Wakil Bupati Pinrang Sudirman Bungi Sidak di Puskesmas Mattombong, Nyamar Jadi Pasien |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/PASAR-SENTRAL-PINRANG-Penampakan-keramaian-Pasar-Sentra.jpg)