Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Cuaca Ekstrem

Pinrang Diprediksi Terdampak Kekeringan Ekstrem, Waspada Kekurangan Air dan Serangan Hama

Informasi ini menyusul peringatan dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengenai fenomena El Nino

Penulis: Rachmat Ariadi | Editor: Saldy Irawan
Tribun-timur.com/Rachmat Ariadi
KEKERINGAN EKSTREM. Kalaksa BPBD Pinrang, Rhommy Manule saat ditemui Tribun-Timur.com beberapa waktu lalu 

TRIBUN-TIMUR.COM, PINRANG -- Kabupaten Pinrang, Sulawesi Selatan (Sulsel) bersiap menghadapi potensi kekeringan ekstrem pada tahun 2026.

Informasi ini menyusul peringatan dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengenai fenomena El Nino berkepanjangan atau yang dijuluki sebagai 'Godzilla El Nino'.

Fenomena ini diprediksi mulai berdampak pada Mei mendatang dan akan mencapai puncaknya pada Oktober 2026.

Kalaksa BPBD Pinrang, Rhommy Manule mengatakan, seluruh wilayah di Kabupaten Pinrang yang mencakup 12 kecamatan diprediksi akan terdampak oleh kondisi cuaca ekstrem ini.

"El Nino-nya ini berkepanjangan. Inilah yang terjadi pada musim pancaroba. Semua wilayah (Pinrang) 12 kecamatan," katanya saat dihubungi Tribun-Timur.com, Kamis (16/4/2026).

Rhommy mengungkapkan, kondisi transisi musim ini diperingatkan akan membawa dampak langsung pada sektor pertanian, terutama terkait penurunan produktivitas dan munculnya serangan hama yang kerap terjadi saat perpindahan musim hujan ke musim kering.

Selain sektor pertanian, masyarakat juga diminta mewaspadai gangguan pasokan air bersih.

"Meskipun saat ini ketersediaan air di Pinrang dilaporkan masih mencukupi untuk kebutuhan produktivitas pertanian, tapi harus terus dipantau untuk mengantisipasi kekurangan pasokan air," ungkapnya.

Dia pun mengimbau masyarakat mulai melakukan langkah antisipasi, mengingat durasi El Nino kali ini diprediksi lebih lama dari biasanya.

Termasuk kata dia, wilayah yang berpotensi mengalami kekeringan yakni Kecamatan Suppa dan Lembang.

"Potensi itu wilayah Suppa dan Lembang (kekeringan). Kemudian masyarakat yang menggunakan sumber air tanah untuk sehari-hari agar hemat air, serapan air tanah akan berkurang karena tidak hujan," ucapnya.

Tak hanya itu, Rhommy juga meminta masyarakat tidak membuka lahan dengan cara membakar.

Pasalnya, itu akan memicu terjadinya kebakaran di musim kemarau.

"Kemudian yang terpenting bagi kami adalah jangan membuka lahan dengan cara membakar, ini akan memicu terjadinya kebakaran secara luas," ujarnya.

Sebelumnya, BPBD Kota Makassar juga mengungkap enam wilayah di Kota Makassar yang berpotensi terdampak kekeringan pada 2026.

Sumber: Tribun Timur
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved