Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Temukan Celah Keamanan NASA, Siswa SMA Pinrang Ukir Prestasi Internasional

Meski menyadari, NASA merupakan lembaga dengan standar keamanan siber yang sangat tinggi, Rehan tidak surut langkah.

Penulis: Rachmat Ariadi | Editor: Ansar
Tribun-timur.com/Rachmat Ariadi
SISWA BERPRESTASI - Siswa SMA Negeri 8 Kabupaten Pinrang, Rehan (17) saat menunjukan sertifikat daftar Hall of Fame (HoF) National Aeronautics and Space Administration (NASA). Rehan mendapat pengakuan dari NASA usai menemukan celah keamanan (bug) pada situs resmi lembaga antariksa Amerika Serikat itu. 

TRIBUN-TIMUR.COM, PINRANG - Seorang siswa SMA Negeri 8 Pinrang, Sulawesi Selatan (Sulsel) bernama Rehan (17) menorehkan prestasi gemilang di kancah internasional.

Siswa kelas 2 ini berhasil masuk dalam daftar Hall of Fame (HoF) National Aeronautics and Space Administration (NASA) setelah menemukan celah keamanan (bug) pada situs resmi lembaga antariksa Amerika Serikat tersebut.

Keberhasilan Rehan bermula saat ia berpartisipasi dalam program Vulnerability Disclosure Program (VDP) yang diselenggarakan NASA pada Januari 2026 lalu.

Meski menyadari, NASA merupakan lembaga dengan standar keamanan siber yang sangat tinggi, Rehan tidak surut langkah.

"Ancaman keamanan terus berkembang, sehingga saya yakin selalu ada celah. Alhamdulillah, saya berhasil menemukan kerentanan pada sistem mereka," kata Rehan saat dihubungi Tribun-Timur.com, Rabu (22/4/2026).

Rehan mengungkapkan, dari sekian banyaknya peserta yang berpartisipasi dalam kegiatan itu, dirinya masuk dalam daftar peserta yang mendapatkan penghargaan dari NASA dan pengakuan bergengsi bagi para peneliti keamanan siber dunia.

"Saya bisa mengambil user name dari Website NASA, Alhamdulillah dapat apresiasi resmi dan tercatat di HoF NASA," ungkapnya.

Belajar Coding Otodidak Sejak SMP

Ketertarikan Rehan pada dunia teknologi informasi (Information Technology) sudah muncul sejak dia duduk di bangku SMP.

Tanpa mengikuti kursus formal, dia mengasah kemampuannya secara otodidak melalui internet.

"Saya belajar secara otodidak menggunakan handphone sejak SMP. Belajar dari YouTube dan Google terkait cyber security. Orang tua sangat mendukung, hingga akhirnya sekarang saya menggunakan laptop untuk riset," ucapnya.

Ketekunan Rehan membuahkan hasil. Sebelum menembus sistem NASA, dia sempat mengoleksi sejumlah penghargaan internasional atas kemampuannya melakukan riset keamanan siber (bug hunting).

Di antaranya, pengakuan dari TU Dresden (Jerman), University of Oslo (Norwegia), dan San Diego State University (Amerika Serikat).

"Ada juga dari dalam negeri melalui dari berbagai universitas Indonesia, seperti Universitas Brawijaya, Universitas Diponegoro dan Universitas Airlangga, serta instansi pemerintah," ungkapnya.

Telah meraih capaian luar biasa di usia muda, Rehan tetap rendah hati.

Sumber: Tribun Timur
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved