Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Wabup Pinrang Sudirman Bungi Soroti Pedagang di Luar Pasar Sentral, Minta Ditertibkan

Sudirman menyoroti banyaknya pedagang meninggalkan lapak yang telah disiapkan dan malah membuka lapak di luar areal pasar.

Penulis: Rachmat Ariadi | Editor: Ansar
Tribun-timur.com
PASAR SENTRAL - Penampakan keramaian Pasar Sentral di Jalan Kemuning, Kelurahan Penrang, Kecamatan Watang Sawitto, Pinrang, Selasa (21/4/2026). Wabup Pinrang Sudirman Bungi minta penertiban pedagang yang berjualan di luar areal pasar. 

TRIBUN-TIMUR.COM, PINRANG - Wakil Bupati Pinrang, Sulawesi Selatan (Sulsel), Sudirman Bungi meminta Dinas Perdagangan melakukan penataan kawasan Pasar Sentral.

Sudirman menyoroti banyaknya pedagang meninggalkan lapak yang telah disiapkan dan malah membuka lapak di luar areal pasar.

Pasar Sentral Pinrang berada di Jalan Kemuning, Kelurahan Penrang, Kecamatan Watang Sawitto, Pinrang.

Lokasinya hanya berjarak kurang lebih 3 kilo meter (Km) dari alun-alun Lasinrang.

Sudirman Bungi mengatakan, sejumlah permasalahan krusial yang mengganggu kenyamanan publik masih ditemukan di Pasar Sentral.

Kata dia, masalah utama yang ditemukan adalah masih banyaknya pedagang yang tidak memanfaatkan lapak resmi yang disediakan, melainkan memilih berjualan di atas kendaraan.

Kondisi ini memicu hambatan arus lalu lintas dan menurunkan estetika kawasan.

"Kondisi ini tidak hanya mengganggu arus lalu lintas, tetapi juga mengurangi kenyamanan pengguna jalan," katanya kepada Tribun-Timur.com, Selasa (21/4/2026).

Sudirman mengungkapkan, aktivitas bongkar muat barang yang dilakukan di luar jadwal serta kendaraan angkut yang terparkir di badan jalan juga menjadi pemicu kemacetan.

"Jadi saya minta juga diatur ulang jadwal dan area bongkar muat di areal pasar itu, agar tidak bersinggungan dengan jam sibuk masyarakat," ungkapnya.

Dia pun menginstruksikan Dinas Perdagangan dan UPT Pasar untuk mengambil langkah tegas namun tetap persuasif untuk merespon kondisi tersebut.

"Penataan ini bukan untuk membatasi ruang usaha pedagang, tetapi justru untuk menciptakan lingkungan pasar yang tertib, nyaman, dan aman bagi semua pihak," ucapnya.

Sudirman menekankan, pentingnya sinergi antarperangkat daerah untuk menghadirkan solusi yang komprehensif.

Dia meyakini bahwa pasar yang tertata dengan baik akan memberikan dampak berantai bagi ekonomi daerah.

"Jika pasar tertata dengan baik, manfaatnya akan dirasakan langsung oleh masyarakat, baik pedagang yang usahanya semakin lancar maupun pengunjung yang dapat berbelanja dengan aman dan nyaman," ujarnya.

Sumber: Tribun Timur
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved