Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Cuaca Ekstrem

Cuaca Ekstrem Landa Sulsel hingga 1 Maret: Waspada Banjir, Longsor dan Angin Kencang

Kota Makassar, Kabupaten Maros, Pangkep, Barru, Gowa, Takalar hingga Kepulauan Selayar masuk dalam daftar

Tayang:
Editor: Ansar
Tribun-timur.com
CUACA EKSTREM - Kondisi langit Makassar dipantau lewat kamera drone. BMKG imbau waspada cuaca ektrem, Rabu (25/2/2026). Kota Makassar, Kabupaten Maros, Pangkep, Barru, Gowa, Takalar hingga Kepulauan Selayar masuk dalam daftar daerah berpotensi terdampak. 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Cuaca ekstrem diprakirakan melanda Sulawesi Selatan hingga 1 Maret 2026.

Warga diminta waspada terhadap potensi banjir, longsor, angin kencang, dan potensi gelombang tinggi di perairan barat–selatan.

Peringatan dini dirilis BMKG melalui Balai Besar Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BBMKG) Wilayah IV Makassar.

“Masyarakat perlu meningkatkan kewaspadaan,” kata Plt Kepala BBMKG Wilayah IV Makassar, Nasrol Adil, Selasa (24/2/2026).

Hujan dengan intensitas sedang hingga sangat lebat diprediksi mengguyur wilayah pesisir barat dan selatan Sulsel.

Kota Makassar, Kabupaten Maros, Pangkep, Barru, Gowa, Takalar hingga Kepulauan Selayar masuk dalam daftar daerah berpotensi terdampak.

“Potensi hujan lebat hingga sangat lebat berpeluang terjadi di sejumlah wilayah Sulawesi Selatan,” ujarnya.

Saat berita ini ditulis, hujan disertai angin kencang telah mengguyur Makassar, Maros dan Gowa. Genangan air terlihat di sejumlah ruas jalan utama.

Kondisi cuaca ekstrem dipicu dinamika atmosfer cukup kompleks.

Aktivitas Madden Julian Oscillation (MJO), Gelombang Kelvin, Gelombang Rossby, serta konvergensi angin di wilayah Sulsel memperkuat pertumbuhan awan hujan.

Nasrol Adil menambahkan, peningkatan curah hujan signifikan terjadi pada akhir Februari.

Tak hanya hujan deras. Angin kencang juga diprakirakan terjadi di wilayah Sulsel bagian barat dan selatan.

Bahkan, masyarakat pesisir diminta mewaspadai gelombang setinggi 1,25 hingga 2,5 meter.

Kondisi ini berpotensi terjadi di Perairan Pinrang, Barru, Makassar, Pangkep, Bulukumba, Jeneponto hingga Kepulauan Takabonerate.

BMKG juga memetakan potensi dampak banjir dan longsor melalui sistem InaFLEWS.

Sumber: Tribun Timur
Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved